WARNA-WARNI

LP3ES: Demokrasi Indonesia Mengalami Kemunduran, Tidak Berikan Keadilan Terhadap Perempuan



JAKARTA - Demokrasi di Indonesia dinilai mengalami kemunduran. Salah satu ciri mundurnya demokrasi di Indonesia adalah lebih mementingkan pembangunan ketimbang efek yang ditimbulkan terhadap lingkungan.

"Hari ini negara menganut ideologi neo developmentalisme yang diwarnai oleh pembangunan infrastuktur secara serampangan dan mengabaikan HAM serta menimbulkan kerusakan lingkungan," terang Direktur Pusat Media dan Demokrasi LP3ES, Wijayanto, dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (22/4/2022). 

Hal itu dia ungkapkan dalam diskusi bertajuk "Perempuan LP3ES Bicara Regresi Demokrasi" pada Kamis malam (21/4/2022).

Kata Wijayanto, salah satu indikator kemunduran demokrasi indonesia adalah sistem elekotral di Indonesia tidak sehat. Mesikpun, pemilu sudah dilakukan lima tahun sekali. 

Namun, yang menjadi pekerja rumah bagi penyelenggara pemilu adalah minimnya jumlah kader perempuan yang didaftar pada proses kontestasi tersebut. 


"Prosedural ini tidak menjamin keadilan perempuan untuk dapat terpilih. Pemilu justru kena virus money politic, sehingga orang-orang yang terpilih pada akhirnya adalah yang memiliki uang banyak," jelas dia.

Apalagi, kata dia, oligarki kerap membeli suara untuk meraih kemenangan. Selain itu, biaya politik di Indonesia terlebih sangat mahal dibanding negara di Asia lainnya.

"Ini akan berpengaruh pada kasus korupsi di Indonesia. Black hole-nya di sini," katanya.

Wijayanto mengatakan, hadirnya politisi perempuan diharapkan dapat membuat kebijakan yang mewakili suara-suara perempuan Indonesia.

"Hadirnya politisi perempuan diharapkan membuat kebijakan yang mengacu pada caring sebagai karakter perempuan bukan eksploitasi," ujarnya.

Editor: Amelia