POLHUKAM

Jelang Idul Fitri, Mesir Bebaskan 41 Tahanan Politik

Dokter Mesir dan aktivis politik Walid Shawky merupakan salah satu tahanan politik yang dibebaskan jelang Idul Fitri. (AFP)
Dokter Mesir dan aktivis politik Walid Shawky merupakan salah satu tahanan politik yang dibebaskan jelang Idul Fitri. (AFP)


JAKARTA – Mesir membebaskan 41 tahanan jelang Hari Raya Idul Fitri. 

Dikabarkan Arab News pada Senin (25/4/2022), menurut keterangan dari Partai Reformasi dan Pembangunan Mesir, mengatakan mereka yang dibebaskan adalah tahanan politik yang ditahan di tahanan pra-ajudikasi.

Badan hak asasi manusia pemerintah hanya mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa telah ada pembebasan orang-orang yang ditahan dalam penahanan pra-ajudikasi tetapi tidak memberikan rincian, naik terkait jumlah ataupun siapa saja yang dibebaskan. 

Namun dalam pembebasan terbaru ini, di antara yang dibebaskan adalah aktivis politik Waleed Shawky. Istrinya, Heba Anees membagikan kabar itu di media sosial. 

Selain itu, wartawan Mohamed Salah juga dibebaskan. 


Perayaan Idul Fitri kerap kali menjadi momentum amnesti bagi sejumlah tahanan di Mesir. Para tahanan yang dibebaskan mendapatkan pengampunan presiden.

Meski begitu, sejumlah pengamat internasional masih menyoroti soal ribuan tahanan politik yang masih mendekam di balik jeruji di Mesir. 

Bukan tanpa alasan, mengapa banyak tahanan politik di rezim Mesir saat ini. Pasalnya, di bawah undang-undang kontraterorisme yang luas, jaksa penuntut negara Mesir sering menggunakan tuduhan yang tidak jelas untuk memperbarui periode penahanan praperadilan 15 hari selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, seringkali dengan sedikit bukti.

Editor: Amelia