WARNA-WARNI

Merapi Luncurkan Lava Pijar Sejauh 2.000 Meter

Awan panas guguran Gunung Merapi terlihat dari wilayah Kaliurang, Sleman, Yogyakarta, Rabu (27/1/2021). (Antara Foto/Hendra Nurdiyansyah)
Awan panas guguran Gunung Merapi terlihat dari wilayah Kaliurang, Sleman, Yogyakarta, Rabu (27/1/2021). (Antara Foto/Hendra Nurdiyansyah)


YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat tujuh kali guguran lava pijar yang dikeluarkan Gunung Merapi ke arah barat daya pada Kamis (28/4/2022).

Guguran lava pijar itu meluncur dengan jarak maksimum sejauh 2.000 meter ke arah barat daya, mulai pukul 00.00 sampai 06.00 WIB.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, mengatakan, selama periode pengamatan Merapi juga mengalami 22 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-20 milimeter selama 24.4-146.1 detik, dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 3 milimeter selama 11.4-11.7 detik.

Berikutnya, delapan kali gempa fase banyak dengan amplitudo 3-11 milimeter selama 4.8-11.6 detik dan dua kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 26-65 milimeter selama 10.1-16.5 detik.

Pada Kamis pagi, cuaca di sekitar Merapi cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur dan suhu udara 14-19 derajat Celcius dengan kelembaban udara 63-86 persen dan tekanan udara 568-687 mmHg.


Berdasarkan hasil analisis BPPTKG periode 15-21 April 2022, pada kubah barat daya Gunung Merapi tidak teramati adanya perubahan ketinggian dan pada kubah tengah juga tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan.

Selama periode itu volume kubah lava barat daya Gunung Merapi terhitung sebesar 1.672.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.582.000 meter kubik.

Hingga kini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area dalam sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong (sejauh maksimal 5 kilometer) serta Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (sejauh maksimal 7 kilometer). Selain itu, guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area di sektor tenggara yang meliputi Sungai Woro (sejauh 3 kilometer) dan Sungai Gendol (sejauh 5 kilometer).

"Apabila gunung api itu mengalami letusan eksplosif, lontaran material vulkaniknya dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung," jelas Hanik.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo