POLHUKAM

PILPRES 2024

Puan Maharani Masih Bingung di Persimpangan

Ketua DPR RI, Puan Maharani. (dpr.go.id)
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (dpr.go.id)


JAKARTA - Petinggi PDI Perjuangan yang juga Ketua DPR RI, Puan Maharani, sejauh ini lebih pantas menjadi calon wakil presiden ketimbang dijagokan sebagai calon presiden.

Walau PDIP tampaknya memberi sinyal kuat bahwa sang putri mahkota bakal dicalonkan menjadi pengganti Joko Widodo, tapi mayoritas lembaga survei menyebut elektabilitas Puan Maharani masih kecil.

Beda jika menghitung elektabilitas Puan sebagai cawapres. Terbaru, hasil survei Center for Political Communication Studies (CPCS) menunjukkan bahwa tingkat keterpilihan Puan Maharani sebagai cawapres menempati posisi paling atas, sebesar 26,2 persen.

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menyadari kecilnya peluang Puan untuk memenangkan kompetisi bila berstatus Capres.

PDIP bakal dilema karena, sebagai partai pemenang Pemilu 2019, mereka ingin kembali memenangkan Pemilu sekaligus Pilpres 2024.


"Puan di persimpangan antara Capres atau Cawapres," jelas Efriza kepada Info Indonesia, Minggu (1/5/2022) malam.

Efriza mengatakan, jika PDIP tetap ngotot mendorong Puan Maharani sebagai Capres maka harus menyusun strategi matang dan bekerja lebih keras.

"Meski populer tapi elektabilitasnya di posisi buncit, bahkan dianalogikan masuk dalam zona degradasi dari pencapresan menuju Pilpres 2024 mendatang," terang Efriza.

Dia menyatakan, memang tidak wajar bila Puan yang sangat dikenal sebagai Ketua DPR malah lebih diinginkan menjadi calon wakil presiden.

Puan yang faktanya lebih mudah mendapatkan tiket pencapresan justru masih lemah dalam elektabilitas jika diplot jadi Capres, yang sejauh ini tidak menembus 5 persen.

Padahal, sentimen positif telah didapatkan oleh Puan Maharani melalui persepsi kepuasan maupun pengakuan publik terhadap kinerjanya sebagai Ketua DPR.

Dia menambahkan, figur Puan saat ini dianggap merepresentasikan sosok perempuan nasionalis yang bersaing ketat dengan Khofifah Indar Parawansa. Di sisi lain, Khofifah sangat mewakili perempuan dari kalangan religius utamanya Nahdlatul Ulama (NU).

Menariknya, Puan Maharani sangat bersaing dengan tokoh politik pria yang dijagokan menjadi cawapres seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ridwan Kamil, dan Sandiaga Uno.

"Ini menunjukkan keberhasilan kinerja Puan telah meningkatkan kepercayaan publik terhadap Puan sebagai cawapres pada Pilpres Serentak 2024 tetapi bukan sebagai capres," jelasnya.


Video Terkait:
Ganjar-Sandiaga Bisa Jadi Pemain Cadangan di Pilres 2024
Editor: Halomoan