POLHUKAM

Serangan di Sinai Tewaskan 11 Tentara Mesir

Kendaraan militer Mesir terlihat di jalan raya di Sinai utara, Mesir. ( Reuters / Asmaa Waguih)
Kendaraan militer Mesir terlihat di jalan raya di Sinai utara, Mesir. ( Reuters / Asmaa Waguih)


KAIRO - Serangan yang dilakukan kelompok milisi pada pos pemeriksaan, di stasiun pemompa air, di semenanjung Sinai, Mesir, Sabtu (7/5/2022) waktu setempat, menewaskan satu perwira dan 10 tentara Mesir.

Insiden itu merupakan serangan paling mematikan dalam beberapa tahun belakangan di Sinai Utara, di mana pasukan keamanan Mesir memerangi kelompok yang berafiliasi dengan ISIS.

Dikutip Reuters, Minggu (8/5/2022), menurut seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan bahwa milisi menyerang dengan kendaraan yang dilengkapi bom dan menembakkan senjata berat yang dipasang di truk pikap, sebelum bala bantuan militer melawan mereka dan mengejarnya.

Sementara itu, menurut juru bicara Mesir, Gharib Abdel Hafez, pihaknya sedang melakukan pengejaran kepada kelompok yang disebutnya teroris.

"Sedang dikejar dan dikepung di daerah terpencil di Sinai," kata dia seraya menambahkan bahwa lima orang lainnya terluka dalam peristiwa tersebut.


Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Sejak 2018 militer telah memperluas kendali atas daerah pesisir Sinai Utara antara Jalur Gaza di timur dan Terusan Suez di barat, sehingga memungkinkan sejumlah kegiatan sipil dan pengembangan infrastruktur aktif kembali.

Namun, serangan sporadis masih terjadi ketika para milisi mencari perlindungan di daerah gurun di selatan pantai dan menggunakan berbagai taktik seperti menembak dan memasang alat peledak. 

Editor: Saeful Anwar