POLHUKAM

Mesra di Permukaan, Gerindra-PDIP Belum Tentu Berujung Koalisi di 2024

Silaturahmi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri serta Puan Maharani. (Net)
Silaturahmi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri serta Puan Maharani. (Net)


JAKARTA - Hubungan antara Partai Gerindra dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di pemilu presiden 2024 mendatang bergantung pada deal politik.

Menurut pandangan pengamat Politik dari Indonesia Public Institute Karyono Wibowo, belakangan Partai Gerindra dan PDIP nampak semakin mesra. Hal itu salah satunya bisa dilihat dari pertemuan yang terjadi antara ketua umum kedua partai itu baru-baru ini. 

"Jika dilihat di permukaan, memang ada gelagat yang mengindikasikan ke arah kerjasama politik ke depan," jelas Karyono kepada Info Indonesia pada Selasa (10/5/2022).

Kendati begitu, kata Karyono, sinyal dari berbagai pertemuan antara Prabowo dan Megawati menimbulkan multi tafsir.

Di panggung depan, kata Karyono, pertemuan Prabowo, Megawati dan Puan telah membentuk persepsi publik bahwa Gerindra dan PDIP akan membangun koalisi. 


"Akan mengusung Prabowo Subianto-Puan Maharani sebagai pasangan capres 2024," terangnya.

Namun di lain sisi, pertemuan atau silaturahmi itu hanya sekedar relasi antara Prabowo Subianto dengan Megawati. Bukan tanpa alasan, sebab kedua tokoh itu pernah berpasangan pada pilpres 2009. Jadi, ada kemungkinan bahwa pertemuan itu tidak berujung pada koalisi. 

"Bentuk kerjasama politik tidak selalu terikat harus berkoalisi. Kerjasama politik bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk kompromi yang lain," jelasnya.

Karyono menilai, hubungan Prabowo dengan Ketua Umum PDIP Megawati di panggung politik nampak seperti air laut, terkadang mengalami pasang surut. Di gelanggang politik panggung depan terkadang mesra, dan kadang bersitegang. 

"Meski di belakang panggung, keduanya ngobrol bareng sambil makan nasi goreng racikan khas Megawati," tuturnya.

Sejatinya, hubungan keduanya cukup dekat, baik secara pribadi maupun politik. Relasi politik Megawati-Prabowo, kata Karyono, akhirnya cair kembali ketika kedua tokoh tersebut bertemu. 

"Tangan dingin Megawati mampu meluluhkan Prabowo untuk bergabung dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Maruf Amin. Itu karena relasi secara personal antara Mega-Prabowo terjalin sangat baik," pungkasnya.


Video Terkait:
Suami Pergoki Istrinya Bercinta dengan Oknum Anggota DPRD
Editor: Amelia