DAERAH

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim Berharap PKP2B Koperatif Dalam Penyaluran CSR

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Samsun, Rabu (11/5/2022).
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Samsun, Rabu (11/5/2022).


SAMARINDA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Samsun menilai penyaluran CSR di Kaltim kurang bijak.

Menurutnya, perusahan yang beroperasi di Kaltim tidak bijak dalam pengabdian kepada daerah. Pasalnya, kegiatan CSR justru dilakukan di luar daerah Kaltim.

"Perusahaan tersebut beroprasi di Kaltim, tetapi manfaatnya yang menikmati secara langsung justru dari luar kaltim. Jadi tidak elok, kalo sumber daya yang diambil dari Kaltim," jelasnya usai rapat Paripurna ke-13, Rabu (11/5/2022).

Ia mengungkapkan, saat ini Kaltim juga sangat membutuhkan pengembangan pendidikan, melalui dana CSR itu.

"Bayangkan kalo 100 milyar itu untuk beasiswa Kaltim misalnya, bisa berapa siswa atau mahasiswa yang dapat merasakan manfaatnya," tuturnya.


Oleh sebab itu, Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) pun kurang bijak dalam menyalurkan dana CSR. Politis PDIP itu pun berharap perusahaan-perusahaan PKP2B lebih memaksinalkan lagi dalam penyaluran CSR untuk Kaltim.

Kedepannya, Ia akan akan memanggil perusahaan PKP2B yang penyalurannya tidak maksimal di dalam daerah Provinsi Kaltim, dan DPRD Provinsi Kaltim telah menghimpun data-data perusahaan yang melakukan prihal tersebut.

"Kita harapkan perusahan juga koperatif. Akan dipanggil duduk bareng kita cari apa masalahnya. Kenapa harus jauh-jauh ke luar Kaltim. Sementara daerah Provinsi Kaltim pun sangat membutuhkan," pungkasnya.

(Nyn/ADV/KominfoKaltim)


Video Terkait:
Patuh PPKM, DPRD Kaltim Tunda Kegiatan
Editor: Halomoan