EKONOMI

Sempat Melonjak, Kini Harga Minyak Turun

Ilustrasi. (Thinkstockphotos)
Ilustrasi. (Thinkstockphotos)


JAKARTA - Rusia memberikan sanksi balasan kepada 31 perusahaan dari negara-negara yang memberikan sanksi kepada Moskow, pada hari, Rabu (11/5/2022). Akibat saksi tersebut, harga minyak sempat melonjak sebanyak 5 persen.

Hal tersebut menciptakan kegelisahan di pasar pada saat yang sama bahwa aliran gas Rusia ke Eropa melalui Ukraina turun seperempat. Ini adalah pertama kalinya ekspor melalui Ukraina terganggu sejak invasi.

Kini, harga minyak turun di awal perdagangan Asia pada Kamis (12/5/2022) pagi.

Minyak mentah berjangka Brent turun 9 sen menjadi 107,42 dolar AS per barel pada pukul 00.13 GMT. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 13 sen menjadi 105,58 dolar AS per barel.

Harga minyak telah naik lebih dari 35 persen sepanjang tahun ini, didukung oleh kekhawatiran pasokan setelah invasi Rusia ke Ukraina pada Februari.


Uni Eropa masih tawar-menawar embargo minyak Rusia, yang menurut para analis akan semakin memperketat pasar dan mengalihkan arus perdagangan. Pemungutan suara membutuhkan dukungan dengan suara bulat, tetapi telah ditunda karena Hongaria telah berusaha keras menentangnya.

Kenaikan harga telah dibatasi oleh kekhawatiran tentang kehancuran permintaan di China, karena upaya untuk mengekang penyebaran virus corona.

"Sampai kami melihat beberapa dukungan kebijakan signifikan datang di China atau pembuat kebijakan mengadopsi strategi alternatif untuk COVID (yang tampaknya sangat tidak mungkin), harga minyak dapat tetap dibatasi dalam waktu dekat," kata Managing Partner di SPI Asset, Stephen Innes.


Video Terkait:
Sumur Minyak Ilegal Meledak
Editor: Saeful Anwar