POLHUKAM

Sekjen PBB Buka Suara Soal Penembakan Jurnalis Oleh Pasukan Israel di Tepi Barat

Jasad jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Aqla ditutupi bendera Palestina dan rompi pers. (Reuters)
Jasad jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Aqla ditutupi bendera Palestina dan rompi pers. (Reuters)


JAKARTA – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres ikut buka suara atas kasus pembunuhan jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Aqla di Tepi Barat Palestina oleh pasukan Israel pada Rabu (11/5/2022). Guetteres mengaku terkejut dengan kejadian itu.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan melalui juru bicaranya, Guterres meminta otoritas terkait untuk melakukan penyelidikan independen dan transparan atas insiden ini dan memastikan bahwa mereka yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban.

"Sekretaris jenderal mengutuk semua serangan dan pembunuhan jurnalis dan menekankan bahwa jurnalis tidak boleh menjadi target kekerasan," tambah pernyataan itu, sebagaimana dikutip dari BBC, Rabu (12/5/2022).

Abu Aqla yang merupakan jurnalis wanita berusia 51 tahun tewas akibat serangan pasukan Israel di bagian kepalanya saat diameliput serangan oleh pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Dalam insiden yang sama, produsernya juga terluka. Al Jazeera mengatakan pasukan Israel sengaja menembaknya. Padahal dia sudah mengenakan rompi pers dan meliput bersama sejumlah jurnalis lainnya.


Namun pihak Israel menolak disalahkan dan justru menuduh bahwa pasukan bersenjata Palestina yang sudah melakukan penembakan itu. 


Video Terkait:
Diduga, Airlangga Buka Suara Soal Perselingkuhan
Editor: Amelia