POLHUKAM

Gerindra-PDIP Mesra di Permukaan, Koalisi di 2024?

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Net)
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Net)


JAKARTA – Kemesraan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri tidak dapat dijadikan sebagai indikator bahwa kedua partai itu bakal berkoalisi di pilpres 2024.

Begitu pandangan Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas, saat dihubungi Info Indonesia, pada Kamis pagi (12/5/2022).

“Kemesraan antara petinggi kedua partai bukan indikator kuat mereka akan bekerja sama,” kata Abbas.

Abbas menilai, hubungan keduanya hanya sebatas hubungan sosial antara dua pemimpin nasional. Hubungan persahabatan yang sudah terbangun lama. Bahkan keduanya juga pernah maju berpasangan pada Pilpres 2009.

“Apa lagi sekarang keduanya adalah anggota koalisi pendukung pemerintah,” ujarnya.


Kendati begitu, bukan berarti pula tertutup peluang Gerindra dan PDIP akan berkoalisi. Abbas bahkan memberikan simulasi jika Gerindra dan PDIP berkoalisi pada pilpres 2024. Kemungkinan kedua partai akan mengusung Prabowo sebagai capres dan Puan Maharani sebagai cawapres.

Kendati begitu, Prabowo-Puan akan menghadapi paslon kuat lainnya seperti Anies Baswedan yang berpasangan dengan AHY dan Ganjar Pranowo dengan Erick Thohir. Dalam simulasi tersebut, terang Abbas, sikap pemilih akan mulai terbaca arahnya.

“Itu hanya eksprerimen saja. Belum pasti akan demikian. Tergantung situasi makro dan negosiasi antar para elit parpol,” jelasnya.

Abbas mengatakan, pada pilpres 2024 mendatang PDIP akan bekerja keras untuk bisa meraih kemenangan untuk ketiga kalinya. Keberhasilan untuk mencapati target itu salah satunya adalah dengan dipengaruhi siapa calon presiden yang didukungnya.

“Jika PDIP mendukung tokoh capres yang diinginkan pemilih, efek elektoral terhadap partai cenderung lebih positif dibanding sebaliknya,” pungkasnya.


Video Terkait:
Ganjar-Sandiaga Bisa Jadi Pemain Cadangan di Pilres 2024
Editor: Amelia