POLHUKAM

Cak Imin Klaim 13 Juta Suara Tidak Terpengaruh, Pengamat: NU Banyak Jasa untuk PKB

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (Net)
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (Net)


JAKARTA - Hubungan Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf tampak mulai merenggang.

Hal itu terlihat ketika Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin Iskandar, mengatakan bahwa suara yang didapatkan PKB di pemilu 2019 lalu sebesar 13 juta tidak terpengaruh siapapun, termasuk dari Gus Yahya, panggilan akrab Yahya Cholil Staquf. 

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti menilai, pernyataan Cak Imin tersebut sangat kontraproduktif. Pasalnya, kata Ray, suara PKB sebagian besar berasal dari NU.

"Pernyataan Cak Imin ini sangat kontraproduktif dan juga sangat keliru," kata Ray saat berbincang dengan Info Indonesia, Kamis (12/5/2022).

Disampaikan Ray, sejak Yahya Cholil Staquf diangkat sebagai Ketum PBNU, hubungan antar keduanya memang mulai memanas. Apalagi, ketika Yahya Cholil meminta agar NU tidak terlibat dalam agenda politik. 


"Memang Cak Imin dan Yahya Cholil atau Gus Yahya itu memiliki ego dan gengsi yang sangat kuat, karena keduanya pimpinan," jelasnya.

Ray menilai, seharusnya Cak Imin berterima kasih kepada NU. Karena, hingga kini NU masih memberi dukungan kepada PKB. Menurutnya, jasa NU cukup besar untuk PKB.

"NU itu banyak berjasa terhadap PKB," pungkasnya.

Editor: Amelia