EKONOMI

Terra LUNA, Kripto yang Harganya Anjlok 99 Persen

Terra LUNA. (Net)
Terra LUNA. (Net)


JAKARTA - Token kripto Terra LUNA sedang menjadi buah bibir banyak orang, terutama investor kripto. Itu terkait harga Terra LUNA yang anjlok sampai 99 persen.

Terra LUNA adalah salah satu token kripto yang diperjual-belikan dengan menggunakan sistem blockchain. Nah, blockchain merupakan teknologi yang digunakan sebagai sistem penyimpanan (bank data) digital yang terhubung dengan kriptografi.

Melansir laman Business Insider, token kripto adalah aset digital yang dapat disimpan untuk nilai, diperdagangkan, dan dipertaruhkan untuk mendapatkan keuntungan. Sedangkan Terra LUNA adalah bentuk aset kripto yang namanya "Terra" dengan kode perdagangan "LUNA", yang dikembangkan oleh Terra Labs di Korea Selatan.

Kembali pada persoalan anjloknya harga Terra LUNA, berdasarkan pantauan Info Indonesia dari berbagai aplikasi kripto, hingga hari ini, LUNA telah turun sampai 99,98 persen dalam 24 jam terakhir. Luna saat ini diperdagangkan pada harga USD 0.00003628.

Padahal, pada bulan April 2022, harganya menyentuh level tertinggi senilai Rp1,7 juta per koin. Bukan hanya itu, Terra LUNA juga pernah menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar keenam, yang nilai mencapai US$ 40 miliar.


Lantas apa penyebabnya? mengutip CoinDesk dan Business Today, penyebab turunnya harga Terra LUNA karena harga stablecoin Terra USD (UST) menyusut. Itu lantaran Terra LUNA dan UST saling berkaitan.

UST adalah stablecoin algoritmik, karena menggunakan sistem pencetakan dan pembakaran token yang kompleks untuk menyesuaikan pasokan dan menstabilkan harga. Jadi, keberhasilan Terra itu didasarkan pada adopsi UST sebagai stablecoin.

Secara sederhana, protokol Terra sangat berpengaruh pada harga Terra USD dan Luna. Ketika harga Terra USD turun di bawah dolar, hanya bisa ditukar dengan Luna. Itu sebabnya Terra USD menjadi langka dan harganya bisa naik.

Terra USD sendiri adalah proyek stablecoin yang dikaitkan dengan nilai tukar dolar AS. Token ini menawarkan penyimpanan nilai yang lebih baik, untuk menghindari volatilitas mata uang kripto.

Kepanikan selanjutnya adalah Luna Foundation Guard sempat mengumumkan akan meminjamkan Bitcoin senilai US$ 750 juta kepada perusahaan perdagangan. Hal itu dilakukan untuk membantu melindungi harga Terra USD.

Dibekukan Dari Perdagangan Kripto
Setelah harga Terra LUNA anjlok nyaris 100 persen, kini resmi dibekukan, bahkan pertukaran crypto terbesar Binance mengumumkan akan menghapus kontrak berjangka Terra LUNA dengan margin Tether (USDT) menyusul penurunan harganya.

Dalam posting blognya, Binance mengatakan akan mengambil tindakan pencegahan di sekitar kontrak abadi LUNA/USDT, berniat untuk menghapus pasangan jika harga berada di bawah 0,005 USDT.

Hal itu pula diberlakukan oleh pedagang kripto di Indonesia, seperti PINTU yang sudah menghentikan perdagangan LUNA karena sudah mencapai Rp10.

Begitupula dengan Tokocrypto yang menyatakan pairing token LUNA/BNB, LUNA/BIDR, LUNA/BTC, LUNA/USDT dan UST/USDT dihapus dan dihentikan transaksinya pada 13 Mei 2022 pukul 07.40 WIB dan UST/USDT dihentikan pada pukul 08.30 WIB.

Langkah ini mengikuti serangkaian peristiwa yang memicu penurunan harga LUNA  dan stabelcoin UST yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Manajemen Terra LUNA sendiri mengatakan akan berbenah dan membuat rencana baru. Aset kripto itu resmi dibekukan seiring dengan harganya yang anjlok.

"Blockchain Terra telah resmi dihentikan di blok 7607789," tulis akun Twitter @terra_money, yang terpantau hari ini, Sabtu (14/5/2022).

Sosok Bos Terra LUNA
Seiring dengan ramainya pembicaraan soal Terra LUNA yang nilainya anjlok dalam sepekan terakhir, begitu pula nama Do Kwon, sang pendiri yang mengaku sedang menyiapkan langkah penyelamatan Terra.

Do Kwon mungkin tidak pernah membayangkan jadi salah satu orang cukup berpengaruh dan kontroversi di sektor cryptocurrency. Saat itu dia hanya pendiri startup kurang dikenal dengan ambisi menghadirkan internet gratis bagi semua dan penelitiannya mengenai jaringan terdistribusi memunculkan hal mengenai Bitcoin dan Ethereum.

Seiring berjalannya waktu Terra menjadi blockchain terbesar kedua yang digunakan dalam keuangan terdesentralisasi (DeFi). Dengan janji merekayasa cryptocurrency agar nilainya tepat satu koin sama dengan US$1, tidak lebih dan tidak kurang.

Do Kwon menggunakan Kripto Terra LUNA untuk menstabilkan harga TerraUSD, stablecoin yang dikaitkan dengan dolar AS. Dia juga menggunakan Bitcoin sebagai cadangan dari aset kripto tersebut. Ia membeli Bitcoin senilai US$1,5 miliar untuk menopang Terra. Bahkan nilai ini akan meningkat menjadi US$10 miliar.

Alumni Stanford University itu pernah mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, "Saat ini, peran saya dalam industri kripto sedikit terpolarisasi. Karena, Anda tahu, kami telah membuat banyak langkah besar. Dan itu mengacak-acak beberapa tatanan yang ada," kata dia.

Do Kwon dan Terra dengan cepat mendapatkan banyak penggemar. Termasuk salah satunya dari miliarder kripto dan bos Galaxy Digital, Michael Novogratz.

"Saya mungkin satu-satunya pria di dunia yang memiliki tato Bitcoin dan tato LUNA," ujarnya.

Editor: Saeful Anwar