POLHUKAM

Kejagung Usut Pihak di Balik Lin Che Wei

Lin Che Wei digiring ke mobil tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus ekspor CPO di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta, Selasa (17/5/2022). (Foto: Laily Rahmawaty / Antara)
Lin Che Wei digiring ke mobil tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus ekspor CPO di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta, Selasa (17/5/2022). (Foto: Laily Rahmawaty / Antara)


JAKARTA - Peran Lin Che Wei alias Weibinanto Halimdjati yang merupakan seorang konsultan dalam menentukan kebijakan prosedur distribusi minyak goreng menjadi pertanyaan publik.

Bagaimana tidak, dengan status Lin Che Wei sebagai konsultan atau orang di luar Kementerian Perdagangan, dia bisa aktif dalam menentukan kebijakan prosedur distribusi minyak goreng.

Atas hal itu, Kejaksaan Agung RI melalui Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah berjanji akan mengusut dalang di balik keterlibatan Lin Che Wei.

"Itu juga pertanyaan kita, konsultan perusahaan kok bisa di dalam Kementerian Perdagangan. Ini lagi didalami oleh penyidik, siapa yang bawa, status dia apa," ujar Jampidsus Febrie Adriansyah, di Kantornya, Rabu (18/5/2022).

Namun dirinya menegaskan jika saat ini penyidik sudah memiliki barang bukti keterlibatan Lin Che Wei. Dia meyakini perbuatan Lin Che Wei melawan hukum.


"Alat bukti menunjukkan bahwa Lin Che Wei memang terlibat pengurusan persetujuan ekspor, yang kita anggap itu melawan hukum," kata dia.

Sebelumnya, Jaksa Agung RI ST Burhanuddin mengatakan jika Lin Che Wei turut serta mengatur kebijakan terkait izin ekspor minyak goreng di Kemendag. Padahal, Lin Che Wei merupakan pihak swasta yang direkrut tanpa memiliki kontrak dan surat keputusan.

Bukan hanya itu, menurut penjelasan Jaksa Agung, setiap kebijakan apapun yang digagas Lin Che Wei selalu didengar oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag saat itu.

"Dan ini kan sangat, sangat riskan begitu. Dia orang swasta tetapi kebijakannya dia di situ sangat didengar oleh dirjennya," kata Jaksa Agung.

Diketahui, dalam kasus ini, Lin Che Wei adalah tersangka baru. Dia diduga bersama-sama Indrasari Wisnu Wardhana telah mengondisikan perusahaan yang akan mendapatkan izin ekspor CPO dan turunannya.

Dengan dijeratnya Lin Che Wei, maka total saat ini ada 5 tersangka yang telah ditetapkan Kejagung. Adapun empat tersangka lainnya yakni; Indrasari Wisnu Wardhana selaku Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Dirjen Daglu Kemendag); Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia; Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Grup (PHG); dan Picare Tagore Sitanggang selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas.

Mereka dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (selanjutnya disebut UU Tipikor).


Video Terkait:
Sumur Minyak Ilegal Meledak
Editor: Saeful Anwar