POLHUKAM

Posisi Cak Imin Di Ujung Tanduk, Sederet Nama Ini Potensial Duduk di Kursi Ketum PKB

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (Net)
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (Net)


JAKARTA – Posisi Muhaimin Iskandar, alias Cak Imin sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tengah terancam akibat manuver politiknya yang kerap membuat gusar masyarakat.

“Itu juga normal saja, ketum parpol jumlahnya hanya satu, yang menginginkan sangat banyak. Jadi kalau ada intrik dan manuver ya normal-normal saja,” kata pengamat Politik Zaki Mubarak saat diwawancara Info Indonesia, Kamis (19/5/2022).

Menurutnya, dinamika politik yang menerpa PKB menunjukkan bahwa partai itu memiliki peranan penting dan strategis. Kendati begitu, jika ada sosok yang berupaya merebut posisi Cak Imin sebagai ketua umum, Zaki menyarankan agar berkompetisi secara sehat.

“Kompetisi di alam demokrasi sebuah kenormalan. Yang perlu dijadikan catatan adalah berkompetisilah dengan fair dan melalui sistem yang tersedia. Gunakan cara-cara yang konstitusional,” terang Zaki.

Di sisi lain, kata Zaki, Cak Imim juga perlu melakukan konsolidasi untuk mengamankan posisinya. Hal ini juga dilakukan kubu lain, untuk saling mengintip dan membangun basis dukungan.


“Semua parpol juga seperti itu,” jelas Zaki.

Zaki juga membenarkan ada beberapa sosok yang bakal menggantikan Cak Imin di kursi ketua umum. Sepertinya, Yenny Wahid, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Keamanan, Mahfud MD, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

“Menurut saya sah-sah saja. Itu menunjukkan PKB sangat seksi dan penting bagi perjuangan kaum Nahdliyyin,” ujar Zaki.

Zaki berpandangan, siapapun memiliki hak untuk menggantikan Cak Imin sebagai Ketua Umum PKB. Bahkan di zaman Abdurrahman Wahid (Gus Dur), PKB sangat terbuka dan menjadi partai yang memperjuangkan Islam moderat serta berwawasan kebangsaan.

“Siapapun kader NU yang terbaik tentu berhak menjadi ketum PKB. Inikah esensi partai yang didirikan dan diperjuangkan Gus Dur dulu,” pungkas Zaki.

Editor: Amelia