WARNA-WARNI

Jika Pandemi Terkendali, Pembiayaan Pasien COVID-19 Ditanggung BPJS Kesehatan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat menyampaikan pernyataan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/5/2022). (ANTARA)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat menyampaikan pernyataan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/5/2022). (ANTARA)


JAKARTA - Skema pembiayaan pasien COVID-19 akan mengalami perubahan, seiring dengan membaiknya kondisi pandemi COVID-19 di tanah air. 

Menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, jika kondisi COVID-19 terus membaik, maka pembiayaan pembiayaan perawatan pasien COVID-19 akan ditanggung BPJS Kesehatan, karena akan dianggap sebagai penyakit biasa, 

 "Jadi nanti kita tempatkan COVID-19 ini sebagai penyakit biasa. Seperti flu biasa. Sehingga tidak ada afirmasi khusus. Nanti pengobatan pembiayaannya sama melalui BPJS saja, kalau sekarang masih ditanggung pemerintah," kata Muhadjir di Gedung Kemenko PMK, Jakarta pada Kamis (19/5/2022). 

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa Presiden RI Joko Widodo akan melakukan uji coba transisi menuju endemi pada 23 Mei mendatang, tepatnya dalam pertemuan internasional Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR). Pertemuan tersebut akan digelar secara tatap muka dengan sekitar 4.000 orang peserta. 

Kata Muhadjir, pemerintah menghapus ketentuan travel bubble atau gelembung perjalanan pada GPDRR 2022 di Bali.


"Saya sudah menghadap kepada Presiden, beliau sudah setujui tidak ada travel bubble ini," jelasnya. 


Video Terkait:
Menko PMK: Masyarakat Jangan Khawatir
Editor: Amelia