WARNA-WARNI

Teh Tradisional dan Air Garam, Senjata Korut Lawan COVID-19

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. (Net)
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. (Net)


JAKARTA - Korea Utara tengah bergulat melawan pandemi COVID-19 yang semakin masif menyebar sejak pertama kali dilaporkan terjadi beberapa pekan lalu.

Namun perjuangan Korea Utara melawan COVID-19 menjadi lebih menantang, mengingat negara itu memiliki keterbatasan dalam vaksinasi dan akses ke obat anti-virus yang efektif. Terlebih kepemimpinan Korea Utara juga sejauh ini menolak dukungan medis dari luar. 

Merujuk pada publikasi BBC pada Jumat (20/5/2022), media pemerintah Korea Utara sejauh ini telah merekomendasikan pengobatan tradisional bagi warganya untuk mengatasi apa yang disebut mereka sebagai "demam".

Berikut beberapa "senjata" yang digunakan oleh Korea Utara dalam upaya mengendalikan penularan COVID-19.

1. Minuman hangat tradisional


Bagi mereka yang tidak sakit parah, surat kabar partai penguasa Rodong Simnun merekomendasikan pengobatan dengan mengkonsumsi termasuk teh jahe hangat atau honeysuckle dan minuman daun willow.

Minuman panas memang dapat meredakan beberapa gejala COVID-19, seperti sakit tenggorokan atau batuk, dan membantu hidrasi saat pasien kehilangan lebih banyak cairan dari biasanya.

Jahe dan daun willow juga meredakan peradangan dan mengurangi rasa sakit. Namun sejauh ini, bahan tradisional tersebut bukan merupakan pengobatan untuk virus itu sendiri.

2. Air garam

Media pemerintah Korea Utara baru-baru ini mewawancarai pasangan yang merekomendasikan berkumur dengan air garam pada pagi dan malam hari.

Bahkan kantor berita Negara itu juga mengabarkan bahwa baru-baru ini ribuan ton garam telah dikirim ke Pyongyang untuk membuat solusi antiseptik.

Jika merujuk pada sejumlah penelitian yang sudah ada, berkumur dengan air garam memerangi virus yang menyebabkan flu biasa. Namun hanya ada sedikit bukti bahwa cara itu bisa memperlambat penyebaran COVID-19.

Sebuah penelitian menemukan bahwa obat kumur bisa membunuh virus di laboratorium, tapi belum secara meyakinkan terbukti membantu pada manusia.

COVID-19 terutama ditangkap dengan menghirup tetesan kecil di udara melalui hidung dan juga mulut, sehingga berkumur hanya menyerang satu titik masuk. Dan begitu virus masuk, maka dia bereplikasi dan menyebar jauh ke dalam organ, di mana tidak ada jumlah kumur yang bisa dijangkau.

3. Obat pereda nyeri dan antibiotik

Televisi pemerintah telah menyarankan pasien untuk menggunakan obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen serta amoksisilin dan antibiotik lainnya.

Ibuprofen (dan parasetamol) dapat menurunkan suhu dan meredakan gejala seperti sakit kepala atau sakit tenggorokan.

Tetapi obat tersebut tidak akan membersihkan virus atau mencegahnya berkembang.

Antibiotik, dimaksudkan untuk infeksi bakteri bukan virus. Dan penggunaan antibiotik yang tidak perlu berisiko mengembangkan serangga yang resisten.

Editor: Amelia