WARNA-WARNI

Presenter Wanita Afghanistan: Perintah Menutup Wajah Saat Siaran Bak Penjara Psikologis

Salah satu presenter wanita Afghanista. (CNN)
Salah satu presenter wanita Afghanista. (CNN)


JAKARTA - Pemerintahan Taliban baru-baru ini memerintahkan agar pembawa acara atau presenter wanita menutup wajah mereka saat tampil di televisi. Perintah itu disampaikan kepada media-media di Afghanistan pada Rabu (18/5/2022). 

Bagi presenter wanita di Afghanistan, perintah itu tidak ubahnya sebagai upaya penyingkiran wanita dari layar kaca oleh Taliban. 

"Mereka ingin wanita disingkirkan dari layar. Mereka takut pada wanita terpelajar," kata seorang presenter wanita berusia 27 tahun bernama Khatera. Dia telah menjadi pembawa berita pagi selama lima bulan terakhir.

"Pertama, mereka melarang anak perempuan pergi ke sekolah dan kemudian mereka muncul di media sekarang. Saya yakin, mereka tidak menginginkan kehadiran wanita pada umumnya," tambahnya.

Perintah terbaru Taliban ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi saluran berita independen terkemuka Afghanistan selama sembilan bulan terakhir, sejak Taliban berkuasa, setelah sebelumnya 90 persen staf media di Afghanistan angkat kaki dari negara itu.


Perintah ini juga membawa kemunduran bagi presenter wanita yang menikmati hak mereka selama 20 Tahun terakhir. 

"Apa yang harus kami lakukan? Kami tidak tahu. Kami siap sampai akhir untuk berjuang melakukan pekerjaan kami, tetapi mereka tidak mengizinkan kami," kata pembawa berita Tahmina berusia 23 tahun, seperti dimuat CNN pada Jumat (20/5/2022). 

"Ini adalah penjara psikologis dan demotivasi," tambahnya.

"Kami tidak memiliki motivasi untuk tampil di layar dengan bebas dan terbuka," jelasnya. 

Usai perintah ini, sejumlah presenter wanita memilih untuk bekerja di balik layar. 


Video Terkait:
Mayat Warga Afghanistan Ditemukan di Roda Pesawat
Editor: Amelia