POLHUKAM

Elon Musk Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual

CEO SpaceX Elon Musk. (Net)
CEO SpaceX Elon Musk. (Net)


JAKARTA - CEO Tesla dan juga SpaceX Elon Musk membantah tuduhan bahwa dia pernah melecehkan secara seksual kepada seorang pramugari SpaceX pada tahun 2016. 

Bantahan ini dia sampaikan dalam serangkaian cuitan di Twitternya pada Jumat (20/5/2022).

"Saya memiliki tantangan untuk pembohong ini yang mengklaim teman mereka melihat saya diekspos, menggambarkan hanya satu hal, apa saja (bekas luka, tato, ...) yang tidak diketahui oleh publik. bisa melakukannya, karena itu tidak pernah terjadi," tulis Musk. 

Bantahan itu muncul setelah media Business Insider melaporkan bahwa SpaceX membayar penyelesaian senilai 250 ribu dolar AS pada tahun 2018 setelah seorang pramugari SpaceX menuduh sang miliarder itu melakukan pelecehan seksual.

Pemimpin redaksi Insider, publikasi induk Business Insider, Nicholas Carson menanggapi Bantahan Musk di Twitter. 


"Kami mendukung cerita kami, yang didasarkan pada dokumen dan wawancara dan berbicara untuk dirinya sendiri," begitu keterangan yang dia sampaikan di Twitter. 

Mengutip dokumen dan wawancara yang dilakukan, Business Insider melaporkan bahwa "petugas" itu bekerja sebagai anggota awak kabin berdasarkan kontrak untuk armada jet perusahaan SpaceX. Dia menuduh Musk mengekspos penisnya yang ereksi kepadanya, menggosok kakinya tanpa persetujuan, dan menawarkan untuk membelikannya kuda dengan imbalan pijatan erotis.

Sementara itu, dalam publikasi Business Insider,  Musk menjelaskan bahwa tuduhan itu tidak berdasar. 

"Jika saya cenderung terlibat dalam pelecehan seksual, ini tidak mungkin menjadi yang pertama kali dalam 30 tahun karir saya terungkap," kata Musk dalam publikasi Business Insider. 

Namun, dalam cuitan terpisah, Musk membantah bahwa dia pernah menanggapi Business Insider ketika mereka melaporkan cerita tersebut.

Musk menuduh media itu menghubungkan artikel tersebut dengan pengumuman yang dia buat baru-baru ini bahwa dia akan memilih Partai Republik dan usahanya untuk mengakuisisi Twitter. 

"Mereka mulai membuat serangan dari segala jenis segera setelah akuisisi Twitter diumumkan," tambah Musk dalam cuitan terpisah di Twitter. 

"Dalam 30 tahun karir saya, termasuk seluruh era MeToo, tidak ada yang perlu dilaporkan, tetapi, segera setelah saya mengatakan saya berniat untuk mengembalikan kebebasan berbicara di Twitter dan memilih Republik, tiba-tiba ada," sambungnya, seperti dimuat BBC.


Video Terkait:
Tesla Enggan Investasi di Indonesia
Editor: Amelia