POLHUKAM

Poros Ketiga Muncul Jika Dinamika Politik Cair Jelang 2024

Pengamat politik Universitas Paramadina Khoirul Umam. (Net)
Pengamat politik Universitas Paramadina Khoirul Umam. (Net)


JAKARTA - Pembentukan koalisi partai politik sebelum tahapan pemilihan umum dimulai menjadi pertanda bahwa elit politik sangat serius menghadapi kontestasi yang akan datang.

Pengamat politik Universitas Paramadina Khoirul Umam menilai, pembentukan koalisi partai politik ini akan kembali muncul menjelang tahapan pemilu dilaksanakan.

"Mengenai berapa gerbong koalisi, akan ditentukan oleh dinamika politik 1,5 tahun terakhir," kata Umam saat diwawacara Info Indonesia, Sabtu (21/5/2022).

Umam yang juga merupakan Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) itu berpendapat, jika dalam kurun waktu 1,5 tahun ini kondisi politik cukup cair, kemungkinan besar akan muncul koalisi partai yang mewakili poros ketiga.

"Jika dinamika politik relatif cair, bisa tiga gerbong," ucapnya.


Namun sebaliknya, jika tensi politik di tanah air cukup tinggi. Kemungkinan besar poros ketiga itu tidak akan tercipta. Hal itu dilakukan untuk menghindari polarisasi di tengah masyarakat.

"Tapi kalau terjadi polarisasi atau pengkutuban, kemungkinan dua gerbong koalisi saja," pungkasnya.


Video Terkait:
Percuma Baliho Airlangga
Editor: Amelia