POLHUKAM

PILPRES 2024

Sinyal Politik Jokowi Arahnya ke Prabowo Atau Ganjar

Presiden RI, Joko Widodo menyapa para praktisi di bidang kopi dalam acara
Presiden RI, Joko Widodo menyapa para praktisi di bidang kopi dalam acara "Ngopi Sore Bersama Presiden", di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, (1/10/2017). (Foto: Antara / Rosa Panggabean)


JAKARTA - Presiden RI, Joko Widodo memiliki pengaruh dan kekuatan untuk memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam mengatakan, Jokowi sebagai Presiden tentu masih memiliki pengaruh dan kekuatan. Hal tersebut karena dengan otoritas dan jabatannya masih memiliki kewenangan.

Selain itu, Jokowi memiliki simpatisan dan barisan sukarelawan yang siap ke mana dukungan Jokowi diarahkan.

Dari nama-nama kandidat calon presiden saat ini, seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Puan Maharani, Airlangga Hartarto, dan Sandiaga Uno, yang potensi dilirik Jokowi adalah Prabowo dan Ganjar.

Sementara itu, kandidat lain, seperti Puan Maharani, Airlangga Hartarto, dan Sandiaga Uno, secara riil dari modalitas elektabilitas mereka berada di kelas calon wakil presiden.


"Kalau dari sinyal-sinyal politik kemungkinan arahnya ke Prabowo atau Ganjar," kata Arif Nurul Imam, seperti dilansir Antara, Minggu (22/5/2022).

Meski hal tersebut masih tentatif. Jokowi dan sukarelawan tentu akan memilih pasangan calon capres dan cawapres yang sevisi dan meneruskan program kerja Jokowi selama dua periode.

Menurutnya, pasangan calon pada kontestasi Pilpres 2024 yang akan mendapat tiket dukungan Jokowi dan sukarelawan, yakni harus memiliki program terkoneksi dengan program yang telah dikerjakan Jokowi saat ini.

Misal, setelah tol Pulau Jawa, bagaimana jalan tol tersebut selain menciptakan konektivitas juga memunculkan daerah kawasan pertumbuhan baru. Sebagaimana visi Jokowi yang belum terwujud.


Video Terkait:
PPP Harus Mampu Adptasi di 2024
Editor: Saeful Anwar