DAERAH

Fasilitas Menjadi Salah Satu Kenyamanan Bagi Masyarakat, Ketua Komisi III DPRD Kaltim: Aspirasi Ditampung

Ketua Komisi III DPRD Kaltim Veridiana Huraq Wang (Istimewa)
Ketua Komisi III DPRD Kaltim Veridiana Huraq Wang (Istimewa)


SAMARINDA - Kenyamanan berkendara sangat berpengaruh dengan kondisi jalan di suatu tempat. Hal ini menjadi sebuah tanda tanya apakah akan ada perbaikan jalan di kawasan Kelurahan Loa Bakung.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Veridiana Huraq Wang menyatakan, hingga saat ini belum ada pembahsan secara intens mengenai prihal tersebut.

"Sebenarnya itu jalan milik perusahaan Hartati Jaya Plywood. Karena jalan ke mahulu itu lain milik Pemerintah Provinsi (Pemprov), lewat daksa perumahan di lobakung. Memang rusak parah jalannya. Karena trase jalan mahulu itu tembusnya ke perumahan daksa yang dilobakung, tapi itu belum dilanjutkan," ungkap Veridiana Huraq Wang, kepada awak media, Kamis (26/5/2022).  

Veridiana sapaan karibnya menyampaikan, walaupun jalan itu bukan milik Pemprov, ada salah satu aset yang berada disana yaitu jembatan Mahulu.

"Kecuali jembatan Mahakam. Jembatan Mahakam yang lama punya pusat," tuturnya.


Kendati kerusakan jalan menjadi ihwal yang serius untuk segera ditangani, tidak kalah penting dengan kondisi jembatan Mahulu saat ini, yang sangat minim akan lampu penerangan jalan umun (LPJU).

Dalam kondisi saat ini yang memerlukan perawatan jembatan Mahulu memiliki julukan tersediri, yaitu anak tiri jembatan mahulu. Dibangun pada pertengahan tahun 2006 dengan dana lebih dari Rp 265 Miliar yang sebagian besar berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim.

Kemudian Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Jembatan Mahulu pada tanggal 15 Juli 2009, bersamaan dengan proyek-proyek lain yang sedang digiatkan di Kaltim pada saat itu.

Ketua Komisi III berharap, tidak ada namanya di anak tirikan diseluruh fasilitas yang berada di Kaltim.

Dari fasilitas yang ada karena mungkin masalah pengaturan pembagian keuangan aja yang belum sampai disana," tegasnya.

Ia pun menjelaskan, pada saat ini Pemprov lebih banyak fokus ke jembatan Mahakam IV. Karena selain fungsinya sebagai jalan untuk menyebrangi sungai, jembatan Mahakam IV ini memiliki daya wisata dalam memperindah Kota Samarinda.

"Jembatan Mahulukan gelap, pemeliharannya kurang. Kita akui itu. Aspirasi ini nanti akan kita bawa," pungkasnya.

(NFL/ADV/KominfoKaltim)


Video Terkait:
Buaya Sepanjang 6 Meter Diamankan dari Labuan Cermin
Editor: Amelia