POLHUKAM

Al Jazeera Siap Bawa Kasus Pembunuhan Jurnalis Shireen Abu Akleh ke Pengadilan Kriminal Internasional

Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh. (Net)
Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh. (Net)


JAKARTA - Kasus pembunuhan jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh oleh pasukan Israel saat menjalankan tugasnya meliput di wilayah Tepi Barat yang diduduki beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Jaringan media Al Jazeera siap membawa kasus ini ke meja Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag. 

Melalui sebuah pernyataan, pihak Al Jazeera menyatakan bahwa mereka telah membentuk koalisi internasional yang terdiri dari tim hukumnya bersama dengan para ahli internasional, dan sedang mempersiapkan berkas pembunuhan Abu Akleh untuk diajukan ke jaksa ICC.

Selain soal pembunuhan Abu Akleh, yang ditembak mati oleh pasukan Israel pada 11 Mei di dekat kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat yang diduduki, gugatan ke ICC juga akan mencakup pemboman dan penghancuran total kantor Al Jazeera di Gaza pada Mei 2021 oleh pasukan Israel serta hasutan dan serangan berkelanjutan terhadap jurnalis Al Jazeera yang bekerja di wilayah Palestina yang diduduki.

Dalam gugatannya itu, pihak Al Jazeera menegaskan bahwa pembunuhan atau serangan fisik terhadap jurnalis yang bekerja di zona perang atau wilayah pendudukan adalah kejahatan perang berdasarkan Pasal 8 piagam Pengadilan Kriminal Internasional.

“Jaringan Media Al Jazeera mengutuk pembunuhan rekan kami Shireen Abu Akleh, yang bekerja dengan Jaringan selama 25 tahun sebagai jurnalis profesional yang meliput konflik yang sedang berlangsung di wilayah Palestina yang diduduki,” begitu kutipan yang dibagikan Al Jazeera pada Kamis (26/5/2022).


“Jaringan bersumpah untuk mengikuti setiap jalan untuk mencapai keadilan bagi Shireen, dan memastikan mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhannya dibawa ke pengadilan dan dimintai pertanggungjawaban di semua peradilan internasional dan platform hukum dan pengadilan," sambung pernyataan yang sama.

Editor: Amelia