DAERAH

PPBD Harun Labih Flaskibel Dengan Kondisi di Setiap Kabupaten Kota Provinsi Kaltim

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim Ananda Emira Moeis. (Istimewa)
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim Ananda Emira Moeis. (Istimewa)


SAMARINDA - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimtan Timur (Kaltim) Ananda Emira Moeis, menyampikan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltim mengenai kesiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Ananda Emira Moeis menyampaikan, hasil dari RDP bersama meliputi dari kesiapan, permasalahan yang akan dihadapi mendatang, lalu jumlah siswa/siswi yang akan mendaftar saat PPBD kelak.

"fasilitas sarana prasana di setiap sekolahan seperti apa. Dan untuk penerimaan siswa/siswi di kabupaten kota lain relatif aman. Saat ini yang menjadi titik konsen kita bersama itu Kota Samarinda dan Kota Balikpapan," ucap Ananda Emira Moeis, kepada awak media, jumat (27/5/2022).

Kemudian RDP ini akan berkelanjutan untuk membahas data dasarnya terlebih dahulu, untuk dibahas lebih medalam.

"Hal ini untuk kita perjuangkan bersama. karena semua masyarakat berhak mendapatkan pendidikan sama rata," tegasnya.


Ananda sapaan karibnya menjelaskan, ihwal ini komisi IV akan memperjuangkan dan mencari solusinya. Sarana prasana pada setiap sekolah untuk PPDB yang akan mendatang menjadi tolak ukur juga.

"Sarana prasana itu guna mengukur, seberapa banyak bisa menerima murit baru," ujarnya.

Pada saat RDP usai telah diserahkan data dasar terlebih dahulu dalam menyelesaikan persoalan sarana prasana ini.

"Ada tadi disebutkan Samarinda Balikpapa. Tapi kami minta data yang lebih lengkap lagi setiap kabupaten kota," tuturnya.

Ananda menjelaskan kesiapan untuk PPBD saat ini masih online, belum sampai pembahasan kesiapan PPBD secara offline.

"Akan kita bahas saat RDP selanjutnya. Dan ini sebuah pernyataan yang menarik. PPDB harus fleksibel harus disesuaikan denga kondisi wilayah juga," ungkapnya.

Menanggapi hal Samarinda dan Balikpapan yang menjadi konsentrasi utama pada PPBD. Dirinya mengungkapkan, bahwasanya untuk pembagian di dunia pendidikan belum merata.

"Karena fasilitas di setiap kabupaten kota ada yang lebih, ada pula yang sangat minim. Itu yang ingin kita bahas lebih mendalam lagi," imbuhnya.

"Selama ini kan kondisi pendidikan online, nah akan kita bahas pula bagaimana fasilitas yang muluai rusak-rusak," pungkasnya.

(NFL/ADV/KominfoKaltim)


Video Terkait:
Jurus Tolak Api Menghalau Kebakaran
Editor: Amelia