DAERAH

GOR Sempaja Resmi Diberi Nama Gelora Kadrie Oening, Isran Noor: Banyak Sejarah yang Pantas Diabadikan

Gubernur Kaltim, Isran Noor (tengah), foto bersama setelah peresmian nama Gelora Kadrie Oening di Komplek GOR Sempaja, Kelurahan Sempaja Selatan. (NFL/ADV/KominfoKaltim)
Gubernur Kaltim, Isran Noor (tengah), foto bersama setelah peresmian nama Gelora Kadrie Oening di Komplek GOR Sempaja, Kelurahan Sempaja Selatan. (NFL/ADV/KominfoKaltim)


SAMARINDA - Sejarah merupakan sebuah kenangan yang harus menjadi pelajaran bagi bangsa saat ini. Banyak cara agar sejarah itu selalu terkenang dan tidak siran oleh perkembangan zaman.

Maka dari itu Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Samarinda mengubah nama GOR Semapaja menjadi Gelora Kadrie Oening, sebagai sebuah tanda jasa Kadrie Oening yang telah memimpin Kota Samarinda. Peresmian berlokasi di Komplek GOR Sempaja, Jalan Wahid Hasyim, Sempaja Selatan, Senin (30/5/2022).

Muhammad Kadrie Oening adalah Wali Kota Samarinda ketiga yang dilantik 8 November 1967. Selama memimpin Samarinda, Kadrie Oening banyak melakukan perubahan dan penataan kota. Dia dikenal berani dan tegas, seperti menghapus beroperasinya becak sejak 1 Januari 1975.

Gubernur Kaltim, Isran Noor, menyampaikan saat sambutan peresmian nama GOR Sempaja menjadi Gelora Kadrie Oening, banyak sekali sejarah dalam perubahan Kota Samarinda yang tercatat dalam kepemimpinan almarhum.

"Banyak sejarah belum disebutkan, salah satunya Jembatan Mahakam pertama kali tapi itu tidak bisa dilaksanakan," ucapnya.


Isran Noor menjelaskan, mantan Wali Kota Samarinda, Muhammad Kadrie Oening, yang memimpin pada tahun 1967 telah mendesain Jembatan Mahakam tetapi berlokasi di Sungai kunjang.

"Panjangnya jembatan yang rencana dibangun oleh beliau 1.462 meter, termasuk jalan mendekat sungai menuju feri lebarnya 48 meter dengan ketinggian di atas permukaan paling tinggi sistem parabol dua meter yang ingin dibangun di sana," tuturnya.

Tetapi sangat disayangkan rencana itu tidak jadi direalisasikan karena membutuhkan dana yang begitu besar. Isran Noor melanjutkan, maka dibangunlah jembatan yang sekarang dengan kodisi sempit dan tidak memperkirakan kondisi alam.

"Jikalau sungai besar terjadi penyempitan maka akan terbentuk ke belakang, kalau tidak tahan pasti arusnya akan kencang, terus terjadi peyempitan," ujarnya.

"Memang bentangan lebih pendek lebih murah. Terbangunlah itu kira-kira setahun dua bulan kalau tidak salah selesai Jembatan Mahakam itu. Nah, sekarang jembatan itu sebentar-sebentar ditubruk tongkang karena memang sempit, kalau air kencang tidak bisa," sambung Isran Noor.

Orang nomor satu di Provinsi Kaltim itu membeberkan bahwasanya Gunung Bayan Resources akan memperlebar jembatan tersebut.

"Jadi diperbesar, diperluas, Gunung Bayan sudah melaporkan ke saya dua hari sebelum Lebaran. Tapi baru-baru ini Gunung Bayan ribut soal CSR, biasa namanya dunia seperti ini apa saja bisa ramai dan segalam macam," ujar Isran Noor.

Kemudian apabila jembatan itu dapat dibangun sangat luar biasa karena dirinya tidak pernah membicarakannya. Cita-cita Muhammad Kadrie Oening yang tidak sempat dilanjutkan oleh generasi selanjutnya.

"Niat sudah ada, sudah bagus lah," ucap Isran Noor.

Mantan Wali Kota Samarinda, Muhammad Kadrie Oening, juga masih memiliki ikatan saudara dengan Isran Noor. Oleh sebab itu, Isran Noor menjelaskan banyak sejarah yang pantas diabadikan ke badan infrastruktur seperti Gelora Kadrie Oening ini. (NFL/ADV/KominfoKaltim)


Video Terkait:
DPRD Kaltim Ingin Konflik SMAN 10 Melati Segera Meredam
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo