DAERAH

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim Terima Kunker Camat Anggana Kabupaten Kukar

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim Muhammad Samsun (tengah kiri) dan Camat Anggana Kabupaten Kukar Rendra Abadi (tengah kanan). Bertempatan di gedung E ruang kerja Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim, Jalan Teuku Umar, Kelurahan Loa Bakung. (NFL/ADV/KominfoKal
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim Muhammad Samsun (tengah kiri) dan Camat Anggana Kabupaten Kukar Rendra Abadi (tengah kanan). Bertempatan di gedung E ruang kerja Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim, Jalan Teuku Umar, Kelurahan Loa Bakung. (NFL/ADV/KominfoKal


SAMARINDA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Samsun menerima kunjungan kerja Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Camat Anggana Rendra Abadi. Bertempatan di gedung E ruang kerja Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim Muhammad Samsun, Jalan Teuku Umar, Kelurahan Loa Bakung, Senin (30/5/2022).

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim Muhammad Samsun menyampaikan, kedatangan Camat Anggan untuk bersilaturahmi, serta berupaya mencari solusi dalam persoalan yang ada di Kecamatan Anggana.

"Biasanya kalo tidak pak camat yang kesini, saya yang datang ke Kukar. Untuk silaturahmi," ungkap Samsun, kepada awak media.

Samsun sapaan karibnya menjelaskan hasil dari mendiskusikan problem yang terjadi di Kecamatan Anggana, ialah kurangnya dana dalam pembangunan di wilayah tersebut. Dan Camat Rendra Abadi pun menyampaikan hasil perkembangan dan situasi masyarakat di Kecamatan Anggana.

"Kita telah mendengar secara bersama fenomena yang terjadi di sana," tuturnya.


Dia menerangkan hasil dari diskusi bersama Camat Anggana, menyikapi hal perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN), lalu keluhan terkait dengan Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK), dan jalan Provinsi di sekitar Kecamatan Anggana.

"Camat Anggana menanyakan terkait perpindahan IKN. Jadi apa tidak," imbunya.

Kemudian masalah yang berada di kawasan KBK, yang menjadi lahan produktif bagi masyakat di wilayah tersebut.

"Masalahnya dengan wilayah KBK ada yang masyarakat bermukim di situ, banyak sekali, tapi mereka (masyarakat sekitar KBK) tidak dapat fasilitas pembangunan pemerintah dari APBD," tegasnya.

Politisi PDIP ini menjelaskan, hal tersebut terbentur oleh status lahan KBK. Oleh sebab itu pembangunan pemerintah melalui dana APBD sekalipun tidak dapat membangun fasilitas disana.

"Jadi kasihan masyarakat yang berada di pesisir kepulauan-kepulaun itu," tegasnya.

Adapun masalah jalan yang berada di Kecamatan Anggana, dia menjelaskan akan ada peningkatan jalan denga membuat dua jalur kemudian derainase yang memadai sehinnga terbebas dari banjir.

"Nanti akan kita perjuangkan bersama-sama dalam menuntaskan fenomena-fenomena ini," imbuhnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Camat Anggana Rendra Abadi menjabarkan, ada 3 desa di dalam lahan KBK tersebut Desa Sepatin, Desa Muara Pulutan, dan Desa Tani Baru.
 
"Jadi kami meminta untuk lahan KBK ini bisa lepas jadi masyarakat bisa memakai lahan tersebut," ungkap Rendra Abadi.

"Untuk KBK salah satu contohnya di Desa sepatin cuman 16 hektar luasnya. Sedangkan sudah banyak yang bermukim dan itu sulit mendapatkan bantuan dari pemerintah," sambungnya.

Rendra sapaan karib Cama Anggana menjelaskan, kondisi jalan di sana sangat kecil dan kerab terjadi kecelakaan. Ia berharap dapat dilebarkan dua jalur dan diberi drainase di sisi kiri kanan bahu jalan.

"Karena mulai ada genangan air disana," ujarnya.

Kemudian dirinya pun mengusulkan pengembangan pariwisata, karena di Kecamatan Anggana memiliki potensi dalam wisata religinya. Camat Anggana ini pun telah meminta bantuan pendanaan di Kabupaten hingga tinggkat Provinsi.

"Kecamatan kita sudah ada menganggarkan tetapi anggarannya tidak cukup. Kebutuhan untuk meningkatkan pariwisata disana sekitar 10 miliar. Kita ingin membuat kampung Wisata Religi disana," pungkasnya. (NFL/ADV/KominfoKaltim)


Video Terkait:
Jurus Tolak Api Menghalau Kebakaran
Editor: Amelia