POLHUKAM

Pencapresan Cak Imin, Richard: Hanya Penggembira

Direktur Lingkar Studi Nusantara yang juga Akademisi Universitas Azzahra, Achmad Richard Supriyanto. (Dok. CNN)
Direktur Lingkar Studi Nusantara yang juga Akademisi Universitas Azzahra, Achmad Richard Supriyanto. (Dok. CNN)


JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau yang tenar dengan sapaan Cak Imin, dinilai hanya akan menjadi penggembira dalam bursa pencalonan Presiden Republik Indonesia pada Pilpres 2024.

Akademisi Universitas Azzahra, Achmad Richard Supriyanto mempertanyakan keseriusan Cak Imin untuk maju di Pilpres 2024. Ditambah lagi, banyak pihak menilai Cak Imin masih terganjal sejumlah masalah secara internal.

"Bagi Cak Imin sepertinya agak susah menuju pencapresan karena banyak variabel yang harus dilewatinya," kata Richard saat dihubungi, Senin (30/5/2022).

Belum lagi, Cak Imin masih dikaitkan dengan dugaan kasus korupsi "kardus durian" dan hubungan PKB-Nahdlatul Ulama yang kurang baik, dan semakin meruncing.

"Belum lagi Cak Imin masih tersangkut masalah kelam yang belum tertuntaskan. Serta hubungan panas dingin antara PKB dan PBNU," kata Direktur Lingkar Studi Nusantara ini.


Cak Imin, kata dia, hanya meramaikan bursa pencalonan Presiden agar nama partainya tetap eksis di tengah masyarakat, bukan untuk merebut kursi Presiden.

"Kalau dari sisi itu tentunya Cak Imin hanya akan menjadi hiruk pikuk jelang Pilpres saja, dan Cak Imin setiap lima tahun hanya membranding partainya agar naik suaranya dan untuk bargaining dalam hitungan Pilpres saja."

Editor: Saeful Anwar