OLAHRAGA

Garuda Janji Lebih Kuat

Kualifikasi Piala Asia 2023

Duel Timnas Indonesia vs Bangladesh di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (1/6/2022). (PSSI)
Duel Timnas Indonesia vs Bangladesh di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (1/6/2022). (PSSI)


JAKARTA - Timnas Indonesia tidak mendapatkan hasil maksimal seperti yang diharapkan kala melakoni laga persahabatan FIFA melawan Bangladesh di Bandung pada Rabu (1/6/2022). Dalam laga itu Skuad Garuda hanya mampu bermain imbang tanpa gol.

Meski begitu, Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, optimistis skuadnya akan lebih kuat di Kualifikasi Piala Asia 2023. 

"Tim akan lebih kuat, apalagi nanti akan ada Egy (Egy Maulana), Ricky (Ricky Kambuaya) dan Witan (Witan Sulaeman)," ujar Shin dikutip dari Antara, Kamis (2/6/2022).

Saat laga kontra Bangladesh, Egy, Ricky dan Witan, yang menjadi andalan Indonesia di Piala AFF 2020 dan SEA Games 2021, memang tak tampil. Egy absen karena belum pulih dari cedera. Sementara Ricky dan Witan tak berlaga lantaran baru melaksanakan pernikahan dengan pasangan masing-masing. Ricky menikah pada Sabtu (28/5/2022), sementara Witan persis keesokan harinya.

Shin pun tetap optimistis dengan peluang anak-anak asuhnya lolos ke Piala Asia meski di kualifikasi mereka dikelilingi tim tangguh. Di Grup A Kualifikasi Piala Asia 2023, yang pertandingannya berlangsung pada 8-14 Juni 2022 di Kuwait, Indonesia bersaing dengan tuan rumah kualifikasi Kuwait, Yordania dan Nepal.


Kuwait merupakan juara Piala Asia 1980, peringkat kedua pada 1976, ketiga pada 1984 dan semifinal pada 1996. Yordania merupakan perempat final Piala Asia 2004.

Sebelumnya, Indonesia sempat akan diperkuat tiga pemain naturalisasi di Kualifikasi Piala Asia 2023 yaitu Jordi Amat, Sandy Walsh dan Shayne Pattynama. Tetapi hal itu itu tidak terjadi karena proses kewarganegaraan mereka belum tuntas.

"Bola itu bundar. Kami akan bekerja maksimal untuk bersaing dengan Kuwait, Yordania dan Nepal," tutur Shin.

Shin sendiri sebelumnya tidak puas dengan performa dua pemainnya Muhammad Dimas Drajad dan Stefano Lilipaly. Menurut dia, kedua sosok itu seharusnya menampilkan performa lebih baik saat diturunkan sebagai penyerang pada laga kontra Bangladesh.

"Sebagai penyerang, mereka seharusnya bisa membuat peluang. Akan tetapi, mereka tidak melakukan itu. Sampai hari ini, mereka belum memenuhi ekspektasi saya," ujar juru taktik asal Korea Selatan itu.

Dalam laga melawan Bangladesh, Lilipaly tampil sejak awal pertandingan. Sementara Drajad baru turun pada babak kedua menggantikan Muhammad Rafli.

Secara kasat mata, Lilipaly yang posisi aslinya adalah sayap kanan kerap berada sejajar dengan penyerang, baik Rafli maupun Drajad. Shin tampak menggunakan formasi 4-4-2.

Sepanjang laga, pesepakbola yang akrab dipanggil Fano itu melepaskan dua percobaan tepat ke gawang lawan. Akan tetapi, semuanya dapat ditepis kiper Bangladesh, Anisur Rahman. Fano bahkan sempat mencetak gol pada menit ke-73, tetapi dianulir oleh wasit lantaran sang pengirim assist, Drajad dianggap offside.

Sementara Drajad tidak mencatatkan satu pun tembakan yang mengarah ke gawang Bangladesh.

Pelatih Timnas Bangladesh, Javier Cabrera, memuji sang lawan sebagai tim kuat yang berpeluang lolos ke Piala Asia 2023. 

"Secara kualitas, Indonesia adalah tim kuat. Saya kira mereka mempunyai peluang melaju ke Piala Asia 2023," ujar Javier usai pertandingan.

Menurut juru taktik asal Spanyol itu, skuad Garuda tangguh lantaran memiliki sederet pemain muda berbakat. Anak-anak asuh Shin Tae-yong mempunyai kecepatan yang menyulitkan lawan mereka di lapangan. Bangladesh pun merasa begitu, tetapi mempunyai resep jitu untuk meredamnya.

"Kami menghentikan serangan cepat Indonesia dengan garis pertahanan dalam. Indonesia tampaknya menderita dengan hal itu. Mereka terus mencari ruang tetapi sulit menemukannya," tutur pria berumur 37 tahun itu.

Javier Cabrera pun memuji penampilan pemainnya yang mampu menuntaskan laga berat dengan skor imbang tanpa gol. Bagi Javier, itu menunjukkan Bangladesh memiliki level permainan yang bagus.

Artikel ini juga bisa Anda baca di Koran Info Indonesia edisi Jumat, 3 Juni 2022.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo