POLHUKAM

Elektabilitas Satu Koma, Cak Imin Tidak Akan Dilirik Partai Lain

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (Net)
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (Net)


JAKARTA – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) seharusnya melakukan evaluasi di internal partainya. Hal ini terkait dukungan yang diberikan PKB kepada Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai calon presiden.

 “Melihat realitas elektabilitas Cak Imin tak beranjak naik dari posisi nol koma,” kata Pengamat Politik dari Citra Institute, Efriza saat diwawancara Info Indonesia, Senin (6/6/2022).

Bahkan merujuk pada hasil survei terbaru yang dilakukan Indonesia Political Opinion (IPO). Responden yang memilih Cak Imin sebagai calon presiden hanya sebesar 1,0 persen.

Kegigihanya ingin mencalonkan diri sebagai calon presiden memang patut diacungi jempol. Sayang, Cak Imin tidak melihat realita yang ada. Mulai dari elektabilitas yang jeblok dan kerap membuat pernyataan kontroversial akhirnya menjadi bola panas untuk dirinya.

Apalagi, pernyataan Ketum PBNU, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya yang meminta agar kader NU tidak terlibat politik praktis pun semakin memberatkan Cak Imin. Pasalnya, mayoritas suara PKB berasal dari NU.  


“Dukungan solid dari NU sebagai konstituen PKB, ternyata menunjukkan bahwa NU tidak ingin terlibat dalam politik praktis dan tidak ingin ditarik soal pencapresan,” jelasnya

Dikatakan Efriza, kerenggangan PKB dan NU terjadi akibat komunikasi yang tidak berjalan dengan baik diantara kedua pimpinan yakni Cak Imin dan Gus Yahya.

“Posisi Muhaimin juga tidak akan membuat partai lain tertarik, karena elektabilitasnya di posisi buncit. Konstituen NU juga diprediksi tidak akan mendukung Cak Imin maju dalam kontestasi mendatang,” pungkasnya.

Editor: Amelia