POLHUKAM

Raja Malaysia: Polemik Politik Bisa Picu Defisit Kepercayaan

Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah. (CNA)
Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah. (CNA)


JAKARTA - Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah menyerukan agar semua masalah politik segera diselesaikan, untuk mencegah negara itu menghadapi defisit kepercayaan yang dapat mempengaruhi citranya.

Hal itu diutarakannya pada upacara pelantikan penghargaan dan kehormatan federal, yang diadakan bersamaan dengan perayaan ulang tahun resminya di Istana Negara Malaysia pada Senin (6/5/2022).

"Saya sangat berharap semua masalah politik dapat segera diselesaikan untuk mencegah negara jatuh ke dalam defisit kepercayaan yang dapat mempengaruhi citra dan masa depan negara," kata sang Raja, seperti dimuat media pemerintah Malaysia, Bernama

Dia mengatakan bahwa setiap defisit kepercayaan pada kemampuan negara harus segera diatasi untuk memungkinkannya bangkit kembali di panggung dunia.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata raja, negara membutuhkan pemerintahan yang stabil, selain didukung oleh sistem dan tata pemerintahan yang efisien, transparan, ramah bisnis, dan ramah masyarakat.


“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjadikan negara sebagai pilihan investasi utama di kawasan, diperlukan pemahaman dan pengorbanan semua pihak untuk menciptakan lanskap politik yang stabil dan berkelanjutan,” jelasnya.

Pernyataan ini dia buat di tengah situasi politik di mana Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob saat ini menghadapi tekanan dari dalam koalisi Barisan Nasional sendiri untuk menyerukan pemilihan umum dini, demi mengambil keuntungan dari keberhasilan pemilihannya dalam pemilihan negara bagian baru-baru ini. 


Video Terkait:
Malaysia Banjir Covid-19, 1 Juni Lockdown
Editor: Amelia