POLHUKAM

Rusia Tangguhkan Perjanjian di Wilayah Sengketa dengan Jepang

Wilayah Kuril yang disengketakan. (Net)
Wilayah Kuril yang disengketakan. (Net)


JAKARTA - Kementerian luar negeri Rusia mengatakan pihaknya menangguhkan perjanjian dengan Jepang yang memungkinkan nelayan Jepang menangkap ikan di dekat pulau Kuril Selatan yang disengketakan. Penangguhan ini dilakukan setelah Rusia menuduh Jepang gagal melakukan pembayaran yang diperlukan berdasarkan kesepakatan itu.

“Dalam situasi saat ini, kami terpaksa menangguhkan pelaksanaan Perjanjian 1998 sampai pihak Jepang memenuhi semua kewajiban keuangannya,” kata juru bicara kementerian luar negeri Rusia Maria Zakharova dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dimuat Al Jazeera pada Rabu (8/6/2022).

Wilayah yang disengketakan itu disebut Kuril oleh Rusia dan Northern Territories oleh Jepang. Wilayah itu terdiri dari rangkaian pulau vulkanik dan kerap menjadi jantung dari perseteruan selama puluhan tahun antara kedua negara yang telah mencegah mereka menandatangani perjanjian damai resmi Perang Dunia II.

Moskow menganggap kepulauan strategis, yang memisahkan Laut Okhotsk dan Samudra Pasifik itu  sebagai miliknya. Sementara Tokyo mengatakan, keempat pulau itu milik Jepang dan direbut oleh tentara Soviet pada hari-hari terakhir perang.

Baru-baru ini ketegangan kembali terjadi setelah pada bulan Oktober lalu, perdana menteri baru Jepang, Fumio Kishida, mengatakan bahwa kedaulatan Jepang meluas ke empat pulau tersebut, yakni Iturup, Kunashir, Shikotan dan Habomai, yang terletak pada titik terdekat mereka hanya beberapa kilometer di lepas pantai utara Hokkaido, pulau paling utara Jepang. Kremlin mengecam klaim itu.


Ketegangan berlanjut pekan ini ketika penangguhan perjanjian penangkapan ikan diumumkan Rusia. Penangguhan ini terjadi ketika pejabat Jepang dan NATO sepakat untuk meningkatkan kerja sama militer dan melakukan latihan bersama di tengah kekhawatiran bersama bahwa invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan kerusakan lingkungan keamanan di Eropa dan Asia.

Jepang juga dengan bergabung dengan Amerika Serikat dan Eropa dalam menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, termasuk membekukan aset pejabat dan miliarder Rusia, membatasi perdagangan dan investasi, dan memberikan dukungan untuk Ukraina, menyusul invasi Moskow pada Februari lalu.

Editor: Amelia