DAERAH

Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Sulbar, Empat Calon Siswa Bintara Polri Dikabarkan Terluka

Tangkapan layar video gedung PKK usai gempa magnitudo 5,8 di Mamuju, Sulawesi Barat. (Net)
Tangkapan layar video gedung PKK usai gempa magnitudo 5,8 di Mamuju, Sulawesi Barat. (Net)


JAKARTA - Gempa bumi magnitudo 5,8 mengguncang Provinsi Sulawesi Barat, Rabu (8/6/2022), sekitar pukul 12.32 WIB.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa berada di 43 km kilometer barat daya Mamuju, Sulawesi Barat, lokasi berada di 2.74 derajat Lintang Selatan dan 118.54 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. 

BMKG menyebut gempa tidak berpotensi tsunami, namun warga perlu mewaspadai potensi gempa susulan yang mungkin saja terjadi. 

Setelah terjadinya gempa, empat orang calon siswa (casis) Bintara anggota Polri yang sedang mengikuti proses seleksi dikabarkan terluka.

"Informasi ada beberapa yang luka, ada empat peserta tes yang luka," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulbar, Kombes Syamsu Ridwan, saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon.


Korban yang terluka tersebut, kata dia, adalah peserta calon siswa yang sedang mengikuti tes di Gedung PKK Provinsi Sulbar, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur setempat, saat terjadi gempa tersebut.

"Tadi tes calon siswa di Gedung PKK Provinsi Sulbar," kata Kombes Syamsu.

Dari rekaman video amatir yang diterima, di gedung PKK itu terlihat plafon jatuh ke lantai, serta dinding retak, beberapa orang terlihat berkumpul di halaman gedung untuk menyelamatkan diri.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, termasuk berapa jumlah korban usai gempa berskala magnitudo 5,8 terjadi pada pukul 13.32 WITA. Akan tetapi, hasil pemantauan BMKG menunjukkan aktivitas gempa bumi susulan dengan kekuatan 2,8 magnitudo.

Kepala Pusat Gempa bumi dan tsunami BMKG, Bambang Setiyono Prayitno melalui siaran persnya, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Selain itu, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah diverifikasi," kata Bambang menyarankan.


Video Terkait:
Tanda Gempa Sukabumi, Hiu Paus Mendekati Pantai
Editor: Saeful Anwar