WARNA-WARNI

Aplikasi COVID-19 China Digunakan Untuk Rem Protes Perbankan?

Dalam beberapa minggu terakhir, pelanggan dari empat bank telah mengadakan protes yang jarang terjadi di Henan. (BBC)
Dalam beberapa minggu terakhir, pelanggan dari empat bank telah mengadakan protes yang jarang terjadi di Henan. (BBC)


JAKARTA - Pihak berwenang di provinsi Henan, China diduga melakukan penyalahgunaan aplikasi terkait COVID-19 dengan membatasi pergerakan beberapa penduduk menggunakan aplikasi tersebut. 

Sejumlah warga Henan mengaku bahwa mereka dipaksa untuk dikarantina hingga diblokir dari transportasi umum atau dilarang memasuki gedung berdasarkan catatan di aplikasi COVID-19. Sebagian besar dari mereka adalah nasabah dari empat bank di China yang belakangan melakukan aksi protes lantaran bank-bank tersebut mengalami masalah dalam menyediakan penarikan tunai.

Pihak bank-bank membekukan simpanan bulan lalu sehingga memicu aksi protes. Diduga, lebih dari 39 miliar yuan dana telah dibekukan dan mempengaruhi ratusan ribu nasabah. Sejak saat itu, regulator perbankan dan asuransi China memerintahkan penyelidikan terhadap bank-bank tersebut.

Di banyak kota di China, penduduk menggunakan aplikasi "kode kesehatan" untuk memasuki gedung dan toko, menggunakan transportasi umum, atau meninggalkan kota. Pengguna harus memindai kode QR dan menunjukkan "status kesehatan" berkode warna di ponsel mereka sebelum masuk. Jika status ini berubah menjadi merah, berarti orang tersebut baru saja dinyatakan positif COVID-19 atau diduga mengidap COVID-19, dan harus dikarantina selama 14 hari.

Mengutip BBC, pada Selasa (14/6/2022), beberapa warga menemukan status mereka berubah menjadi merah ketika mereka mencoba memasuki stasiun kereta api, gedung, atau hotel.


Tidak diketahui berapa banyak yang terkena dampak, tetapi laporan China menunjukkan bahwa masalah tersebut telah terjadi di beberapa kota dan desa di Henan. Pelanggan dari empat bank yang melakukan perjalanan dari provinsi lain ke ibu kota Henan, Zhengzhou, juga mengalami masalah yang sama.

Seorang nasabah bank di Zhengzhou mengatakan kepada BBC China bahwa statusnya merah meskipun dia tidak pernah melakukan kontak dengan kasus yang dikonfirmasi, dan tes terbarunya menunjukkan dia negatif. Dia menambahkan bahwa dia dikunjungi oleh pejabat kesehatan yang memintanya untuk tinggal di rumah dan menolak menjelaskan mengapa statusnya tiba-tiba berubah menjadi merah.

Seorang anggota staf di komisi kesehatan Zhengzhou mengkonfirmasi kepada BBC China bahwa banyak nasabah bank mengalami masalah yang sama.

"Ada situasi seperti itu. Saat ini, mereka hanya dapat menghubungi pengelola komunitas mereka untuk mengajukan (mengubah status). Setelah mereka melakukan dua tes Covid dalam tiga hari, status mereka dapat diubah kembali," kata staf itu.


Video Terkait:
Lama Menghilang, Jack Ma Sibuk Riset di Eropa
Editor: Amelia