EKONOMI

Migrasi TV Digital Demi Akses Internet Cepat Berkali Lipat

Ilustasi/Pixabay
Ilustasi/Pixabay


JAKARTA - Peralihan siaran TV terestrial analog ke digital tak hanya memberi manfaat secara teknis. 

Perubahan sistem siaran ini akan menghasilkan keuntungan lebih besar lagi, khususnya bagi masyarakat terutama dalam mengakselerasi penerapan digitalisasi secara menyeluruh termasuk mengakses internet secara mudah, cepat dan terjangkau.

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken mengungkapkan, saat ini masyarakat membutuhkan akses intenet yang gampang diakses sekaligus lancar. Sayangnya, keinginan tersebut belum sepenuhnya terpenuhi karena adanya keterbatasan termasuk soal infrastruktur. 

“Ini akan jadi lebih mudah diakses ketika analog switch off (ASO) sudah selesai. Karena dengan ASO saluran kanal TV jadi lebih efisien. Jadi dalam satu kanal bisa ada enam hingga 12 TV jika dengan digital. Ini akan menyisakan frekuensi untuk perluasan intenet tadi dan juga pengembangan teknologi 5G,” kata Niken Widiastuti dalam Forum Diskusi Publik dengan tajuk “Partisipasi Masyarakat Menyosong TV Digital”, dikutip dari laman KPI Pusat.

Menurutnya, jika Indonesia sudah menata ulang seluruh frekuensinya ini akan menyisakan ruang untuk internet 5G yang kecepatannya luar biasa hingga 200 kali lebih cepat dari kemampuan teknologi 4G yang ada sekarang. 


“Jadi mau kirim data ataupun yang lain akan sangat cepat. Tapi ini akan dapat diwujudkan dengan terlebih dahulu melaksanakan ASO," ucap Niken. 

Karena itu, jelas Niken, ASO digaungkan pemerintah untuk dilaksanakan dan paling lambat pada 2 November 2022 nanti. "Itu urgensinya dan publik juga akan mendapatkan manfaat yang baik dari pelaksanaan digitalisasi ini, selain juga ada digital devidennya,” imbuhnya.

Niken mengatakan perubahan teknologi atau pergantian sistem ini adalah keniscayaan dan tidak bisa dihindari. Ia pun mengingatkan pergantian ini telah dialami masyarakat pada kurun waktu lalu seperti migrasi dari TV hitam putih ke TV berwarna. “Ada teknologi tentu ada perubahan. Sekarang ini adalah eranya digital,” tuturnya. 

Pandangan yang sama dikemukakan Komisioner KPI Pusat, Hardly Stefano. Menurutnya, peralihan dari siaran TV analog ke siaran TV digital akan memberikan masyarakat tiga manfaat TV. Manfaat itu di antaranya manfaat secara teknis, suara lebih jernih dan teknologi yang canggih.

Selain itu, dengan TV digital masyarakat akan mendapatkan siaran gambar yang jernih, lebih bersih dan lebih stabil. Bahkan, dalam perangkat penerima siarannya yakni STB (set top box) terdapat sistem peringatan dini bencana atau early warning system yang dapat digunakan sebagai alarm memperingatkan masyarakat dari bahaya bencana seperti gempa bumi atau tsunami. 

"Ada fitur yang terkoneksi BMKG dan bisa langsung disiarkan,” ujarnya.

 

Namun begitu, Hardly menyampaikan pelaksanaan peralihan sistem siaran ini perlu didukung upaya sosialisasi yang masif agar pelaksanaannya sukses dan diterima masyarakat. Karena itu, keterlibatan kampus atau perguruan tinggi sangat krusial untuk ikut membantu sosialisasi tentang TV digital.

Direktur Penyiaran, Direktorat Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Geryantika Kurnia menjelaskan, siaran televisi analog selama ini berjalan di pita frekuensi 700Mhz, memakan 328MHz di pita tersebut. Sementara dengan siaran televisi digital hanya membutuhkan 176MHz.  Jika semua sudah beralih ke siaran televisi digital akan ada dividen digital sebesar 112MHz dan masih memiliki cadangan 40MHz.

Spektrum frekuensi tersebut bisa digunakan untuk menyediakan internet cepat yang akan sangat bermanfaat untuk masyarakat, terutama di masa pandemi yang hampir semua kegiatan mengandalkan internet. "Dengan pindah ke siaran televisi digital, internet akan lebih cepat berkali lipat," kata Geryantika.

Siaran televisi digital juga menjanjikan gambar yang lebih jernih dan bersih. Dalam siaran digital, di mana pun perangkat berada, selama bisa menangkap sinyal, maka akan bisa mendapatkan siaran televisi.

Sementara pada siaran analog, kedekatan lokasi perangkat dengan infrastruktur akan berpengaruh terhadap daya tangkap siaran. Semakin jauh perangkat televisi dan infrastruktur, sinyal akan semakin lemah. 

Hal ini juga yang menyebabkan siaran televisi tidak jernih ketika cuaca tidak baik, misal ada angin atau hujan.

Berdasarkan Speed Test Index Januari 2021 kecepatan internet Indonesia di peringkat 115, kecepatan unduh 23.77 Mbps dan unggah 13.60 Mbps.

Kecepatan internet (mobile) di Indonesia di urutan 121, kecepatan unduh 17.33 Mbps, kecepatan unggah 11.27 Mbps. Jaringan 5G akan menambah rata-rata kecepatan internet di Indonesia. 5G memiliki kecepatan hingga 20Gbps, atau kira-kira 20x lipat dari 4G.

Kemudian, Jaringan 5G menggunakan pita frekuensi 700Mhz yang juga digunakan oleh TV Analog. Dengan menggunakan TV digital, maka makin banyak frekuensi yang digunakan untuk internet yang lebih cepat.

 

#ASO #analogswitchoff #TVdigital #siarandigitalindonesia #ASO2022

 


Video Terkait:
Iko Uwais Bakal Jadi Penjahat di The Expendables 4
Editor: Widya Victoria