POLHUKAM

Ibas Ingatkan Pemerintah Soal Keuangan Negara Dalam Pembangunan IKN

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas. (Foto: Istimewa)
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas. (Foto: Istimewa)


JAKARTA - Pemerintah diminta menyesuaikan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) dengan program prioritas Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2023 sesuai kemampuan keuangan negara.

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang tenar dengan sapaan Ibas mengatakan, pembangunan IKN akan menyedot anggaran yang besar dan berdampak pada program pemerataan pembangunan nasional yang juga menjadi bagian dari program prioritas Presiden Joko Widodo.

Menurut Ibas, jika kedua program prioritas itu dijalankan secara bersamaan, dikhawatirkan bakal terjadi peningkatan utang negara.

"Tolong itu (pembangunan IKN Nusantara) juga menjadi diskusi dan perencanaan negara. Tentunya, disesuaikan dengan keuangan negara agar kita tidak ada yang dikalahkan dari kacamata program prioritas dan nonprioritas tersebut," kata Ibas, dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, di Jakarta, Rabu (15/6/2022).

Dengan demikian, Ibas meminta pemerintah merencanakan dengan bijak pembangunan IKN agar tidak membebankan keuangan negara.


"Tentang pembangunan IKN, kami tidak apriori dengan keputusan negara membangun Ibu Kota Nusantara ini. Akan tetapi, tolong direncanakan dengan bijak," kata dia.

Sebelumnya, pada hari Selasa, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah mematok belanja infrastruktur sebagai fokus dalam APBN 2023 berkisar Rp367,7 triliun sampai Rp417,7 triliun yang di dalamnya terdapat anggaran pembangunan IKN. Namun, dia belum merinci besaran pasti untuk belanja pembangunan IKN.

Selain persoalan pembangunan IKN, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini juga menyoroti beberapa program prioritas pemerintah, antara lain, food estate atau pengembangan lumbung pangan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan di suatu kawasan.

Lalu, ada pula program kereta api cepat Bandung-Jakarta serta distribusi program dari Kementerian Sosial RI (Kemensos).


Video Terkait:
Tanda Gempa Sukabumi, Hiu Paus Mendekati Pantai
Editor: Saeful Anwar