DAERAH

Kementerian PUPR Bedah 2.016 Rumah Tidak Layak Huni di Kaltim

RTLH setelah dibedah oleh Kementerian PUPR. (Ditjen Perumahan Kementerian PUPR)
RTLH setelah dibedah oleh Kementerian PUPR. (Ditjen Perumahan Kementerian PUPR)


JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan sebanyak 2.016 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Provinsi Kalimantan Timur akan dibedah menjadi layak huni, melalui penyaluran dana bantuan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebesar Rp40,3 miliar.

"Kami akan terus berupaya mengurangi rumah tidak layak huni di seluruh wilayah Indonesia melalui Program BSPS," ujar Direktur Jenderal Perumahan, Iwan Suprijanto, melalui keterangan pers di Jakarta, Jumat (17/6/2022).

Dia memaparkan, BSPS merupakan program perumahan yang berkelanjutan dengan tujuan untuk mengurangi jumlah RTLH. Dalam pelaksanaannya, Program BSPS dilakukan dengan metode Padat Karya Tunai (PKT) guna membantu masyarakat yang terdampak COVID-19 agar memiliki rumah layak huni dan mendorong masyarakat penerima bantuan untuk membangun rumahnya.

"Kami memberikan dana stimulan kepada masyarakat serta pendampingan dari Tenaga Fasilitator Lapangan dalam proses pembangunannya. Tujuannya adalah untuk mendorong masyarakat lebih antusias berswadaya dalam bentuk bahan material dan tenaga kerja untuk mendapatkan hunian tinggal yang layak dan lebih baik, sehingga ke depannya hunian tersebut menjadi sehat, nyaman, dan memberi kebahagiaan bagi penghuninya," jelas Iwan.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Kalimantan II, Hujurat, didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Swadaya dan Rumah Umum dan Komersial Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Kaltim, Elvanirwan, menjelaskan, kriteria RTLH yang mendapatkan Program BSPS mencakup empat komponen hunian yang kondisinya di bawah standar.


Keempat komponen tersebut antara lain adalah kondisi bangunan, kesehatan (sanitasi dan air bersih layak) serta luas rumah sesuai standar ruang gerak minimum penghuni dan kriteria hunian tinggal yang layak yaitu dengan memperhatikan aspek keselamatan bangunan, keselamatan penghuni dan kecukupan minimum luas bangunan.

Pada 2022, kata Hujurat, Provinsi Kaltim mendapatkan alokasi Program BSPS dari Kementerian PUPR sebanyak 2.016 unit RTLH. Sedangkan lokasi pelaksanaannya akan tersebar di enam kabupaten/kota dan nilai bantuan yang diberikan sebesar Rp20 juta dengan rincian Rp17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tenaga kerja.

Berdasarkan data Balai P2P Kalimantan II, sampai dengan 30 Mei 2022 sebanyak 1.443 unit RTLH sudah dimasukkan dalam Surat Keputusan Dirjen Perumahan dan sisanya akan menyusul setelah proses verifikasi selesai.

Pelaksanaan Program BSPS di Kaltim tersebar di enam kabupaten/kota yaitu Kota Samarinda sebanyak 197 unit, Kabupaten Kutai Timur 549 unit, Kabupaten Paser 450 unit, Kabupaten Kutai Kartanegara 247 unit dan untuk sisa dari jumlah alokasi menunggu SK dari Direktorat Rumah Swadaya.

"Kami berharap penerima bantuan bisa turut memastikan langsung bahan bangunan yang diterima dalam kondisi baik dan tersalurkan semua sesuai dengan daftar kebutuhan yang telah disepakati. Selain itu target waktu penyelesaian pembangunan rumah yang dibangun agar menjadi layak huni juga harus sesuai agar rumahnya bisa segera bisa dihuni," kata Hujurat.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo