POLHUKAM

Tidak Ada Korelasinya Zulhas Masuk Kabinet Dengan Memuluskan Amendemen

Ketua Umum PAN dan juga Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. (Antara)
Ketua Umum PAN dan juga Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. (Antara)


JAKARTA - Tiga ketua umum partai politik yang kerap mengusulkan penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden kini berada di dalam satu kabinet.

Mereka adalah Ketum PAN, Zulkifli Hasan; Ketum Golkar, Airlangga Hartarto; dan Ketum PPP, Suharso Monoarfa. 

Kuat dugaan bahwa masuknya Zulkifli Hasan ke dalam kabinet Presiden Jokowi untuk memuluskan jalan melakukan amendemen UUD 1945.

Kendati begitu, Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, mengatakan, masuknya Zulkifli Hasan ke dalam kabinet tidak ada kaitannya dengan bakal dilakukannya amendemen. 

"Saya kira tidak ada hubungannya antara pernyataan ketum partai yang mengusulkan penundaan pemiu dan tiga periode. Dan saya tidak melihat adanya korelasi ketiga ketum parpol dengan posisinya di kabinet," terang Karyono saat diwawancarai Info Indonesia jelang akhir pekan ini.


Di sisi lain, dia melihat bahwa tiga ketum partai politik di kabinet Jokowi saat ini untuk memberikan dukungan kepada kebijakan pemerintah. 

"Lebih kepada dukungan partai. Jadi, Presiden melihat background partai untuk memuluskan kebijakan pemerintah dan untuk mendapatkan persetujuan di DPR," tutur Karyono.

Dia juga melihat bahwa sejak dari awal PPP dan Golkar memang menjadi partai pendukung pemerintah. Sementara itu, PAN meski sejak awal tidak masuk di pemerintahan Jokowi, tetapi kerap mendukung kebijakan pemerintah.

Sehingga, kata Karyono, Presiden memutuskan menarik Zulkifli Hasan masuk ke dalam lingkaran Istana, agar program pemerintah mendapat dukungan yang kuat partai politik di parlemen.

"Di mana Presiden membutuhkan dukungan partai politik. Saya melihat sejak awal PAN sangat mendukung kebijakan pemerintah," pungkasnya.

Editor: Amelia