EKONOMI

Setop Pakai Analog! Ini Cara Dapat STB TV Digital Gratis dari Kominfo

STB penunjang siaran TV digital. (iStockphoto)
STB penunjang siaran TV digital. (iStockphoto)


JAKARTA - Untuk bisa menikmati siaran TV digital yang lebih jernih masyarakat tidak perlu mengganti televisi yang ada di rumah. Cukup hanya menambahkan set top box (STB). Khusus untuk masyarakat miskin, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) beserta Lembaga Penyelenggara TV Swasta (LPS) akan membagikan STB secara gratis. 

Sedikitnya 6,7 juta keluarga miskin bakal mendapatkan subsidi alat untuk nonton siaran TV digital. Penyediaan STB sebagai upaya mendukung migrasi dari TV analog ke TV digital pada 2022 ini.

Penyediaan STB gratis sedianya adalah masuk dalam kategori bantuan sosial (bansos). Tujuannya sebagai salah satu bagian dari penunjang siaran TV digital, serta untuk kelancaran program migrasi penghentian TV analog atau analog switch off (ASO). Karena itu, tidak semua masyarakat Indonesia kebagian dekoder STB secara cuma-cuma dari pemerintah. 

Salah satu syaratnya harus tercantum dalam Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial (DTKS). Minimal dalam satu keluarga tersebut memiliki satu unit TV analog. 

Kominfo mendorong masyarakat proaktif dengan mengecek data DTKS. Masyarakat dapat mendaftarkan bansos online dengan mengunduh aplikasi Cek Bansos terlebih dahulu di PlayStore.


Pada aplikasi Cek Bansos dapat memilih menu daftar usulan. Dari daftar usulan dapat mendaftarkan diri yang namanya sudah terdaftar di DTKS. Kemudian pada menu daftar usulan, pilih menu tambah usulan. 
Dengan NIK, KTP dan KK sistem akan memvalidasi serta mencocokkan data sudah sesuai atau belum.
Direktur Penyiaran Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Geryantika Kurnia bilang STB salah satu komponen penting penunjang keberhasilan tv digital di Indonesia.

"STB itu di Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menterinya sudah ada klausulnya. Pertama STB itu asalnya dari penyelenggara MUX. Itu [merupakan] komitmen mereka peyelenggara mux dengan berhasilnya menang seleksi mux mereka komitmen STB. Jadi kita dorong agar STB ini segera dibagikan," ujar Geryantika, dikutip siarandigital.kominfo.go.id.

Ia berharap pembagian STB gratis menyasar kepada beberapa keluarga miskin yang tidak mampu membeli perangkat tambahan sehingga mereka bisa menyaksikan siaran digital. 

"Alhamdulillah kami sudah diskusi dengan teman-teman industri, mudah-mudahan di tahap pertama di 17 Agustus, di bulan Juli ini kita bagikan untuk keluarga miskin," kata Geryantika.

Geryantika menambahkan harga perangkat STB yang dijual dipasaran mulai Rp150 ribu. Harga akan semakin mahal tergantung merek dan tipe. "Bayangkan masyarakat sekarang sebulan pengeluaran untuk pulsa? saya hitung 200-300 ribu, ini STB hanya 150 ribu. Murah? murah lah jelas," tutur Geryantika.

Staf Ahli Menkominfo Bidang Hukum, Henri Subiaktor menyebut ada dua mekanisme pendistribusian STB gratis,

Pertama, dilakukan oleh Penyelenggara Multipeksing, yang terdiri dari LPP (Lembaga Penyiaran Publik/TVRI), Lembaga Penyiaran Swasta (LPS), Lembaga Penyiaran Lokal (LPK), dan Lembaga Penyiaran Komunitas (LPK). 
Pembagian akan dipusatkan di suatu tempat di desa/kelurahan, lalu dibagikan dari pintu ke pintu atau tergantung kondisi lokasi penerima manfaat.

Kedua, pendistribusian STB dilakukan melalui Kementerian Kominfo, dengan menggandeng penyelenggara logistik, seperti PT. Pos Indonesia. Nantinya, STB ini akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia kepada masyarakat yang dipilih dan diverifikasi. Masyarakat yang terdaftar akan diberitahu untuk mengambil di kantor Pos.

"Anda akan menerima undangan sebagai penerima set top box, undangan akan disampaikan oleh kelurahan desa setempat kepada masyarakat," ungkap Henri.

Sebagai tindak lanjut dari amanat UU 11/2020 tentang Cipta Kerja sektor Postelsiar, Menkominfo Johnny G. Plate telah membagi pelaksanaan ASO dalam tiga tahap.

Tahap pertama paling lambat pada 30 April 2022   untuk 56 wilayah di 166 kabupaten/kota.
Tahap kedua paling lambat 31 Agustus 2022 untuk 31 wilayah di 110 kabupaten/kota.

Tahap ketiga paling lambat 2 November 2022 untuk 25 wilayah pada 63 kabupaten/kota.

Dari tiga tahapan siaran TV digital, terdapat total 112 wilayah layanan siaran dan 341 kabupaten/kota yang akan terdampak oleh implementasi program tersebut.

"Untuk STB dari TV swasta atau LPS pemenang multipleksing, secepatnya mereka siap. Yang jelas sebelum ASO, masing-masing wilayah sudah dibagi," jelas Henri.

Apabila terjadi ketidaksesuaian data, maka STB akan dikembalikan ke gudang.

 

#ASO #AnalogSwitchOff #TVDigital #SiaranDigitalIndonesia #ASO2022

Editor: Widya Victoria