POLHUKAM

JOKOWI 3 PERIODE

Peluang Jokowi 3 Periode Masih Terbuka

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti. (Net)
Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti. (Net)


JAKARTA - Dalam politik, segala kemungkinan bisa terjadi. Termasuk melakukan perubahan amendemen UUD 1945 pada pasal 7 terkait masa jabatan presiden dan wakil presiden.

Menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti, pintu kemungkinan perpanjangan masa jabatan presiden masih terbuka.

"Itu mungkin-mungkin saja. Jangan menutup, jangan seolah-olah tidak ada amendemen ini," katanya saat diwawancarai Info Indonesia akhir pekan ini.

Keberhasilan amendemen ini, kata dia, akan ditentukan dari respons masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo, bukan tergantung partai politik maupun partai pendukung pemerintah.

"Isu amendemen ini dorong tergantung dari respons publik. Sebetulnya menarik kala popularitas Jokowi bagus, bisa lanjut tiga periode," kata Ray.


"Kalau tidak bagus, saya yakin rakyat tidak ingin tiga periode. Lanjut atau tidak lanjut bukan karena koalisi (partai) tapi pada aspek popularitas dan tingkat kepuasan rakyat kepada Pak Jokowi," terangnya.

Kendati begitu, partai asal Presiden Jokowi yakni PDIP dan beberapa lainnya seperti Nasdem menolak dengan tegas wacana perpanjangan masa jabatan ini.

"PDIP Perjuangan dan Nasdem merupakan partai-partai yang sejak dari awal mengatakan penolakan. Meski awalnya setuju meski bukan yang tiga periode," kata Ray.

Dia meyakini bahwa melakukan amendemen UUD 45 khususnya terhadap pasal 7 sangat sulit. Meski banyak mendapat dukungan dari berbagai relawan maupun elite politik.

"Tidak menutup kemungkinan akan terus digalang tetapi akan sulit terwujud," pungkas Ray.

Editor: Amelia