EKONOMI

Analog Switch Off 2022

Nonton Siaran TV 24 Jam Tanpa Parabola, Kok Bisa?

Ilustrasi parabola TV (freepik)
Ilustrasi parabola TV (freepik)


JAKARTA - Kementerian Kominfo terus melakukan monitoring atau pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak agar pelaksanaan ASO berdampak minimal di masa transisi.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate berharap dengan beralih ke TV digital masyarakat dapat menikmati variasi siaran yang lebih baik dengan kualitas yang lebih baik. 

"Seluruh rakyat Indonesia dengan dilaksanakan TV digital penuh ini bisa menikmati variasi dan varian siaran yang lebih banyak, baik itu film yang lebih baik, kanal TV yang lebih bervariasi, termasuk TVRI yang saat ini dengan berbagai jenis program bisa menjangkau masyarakat lebih luas di Tanah Air," tuturnya, dikutip dari siarandigital.kominfo.go.id.

Saat ini, terdapat lebih dari 600 kanal siaran televisi yang ada di Indonesia. Oleh karena itu Menteri Johnny mendorong Lembaga Penyiaran Swasta (LPS), Komunitas dan Lokal yang sudah beroperasi dapat segara bergabung dalam siaran digital agar bisa memudahkan masyarakat menikmati siaran digital.

"Saya berharap LPS yang saat ini sudah beroperasi dan lembaga penyiaran komunitas dan lokal itu bisa segara bergabung dan memastikan siarannya dapat melayani masyarakat dan masyarakat dapat menikmati siaran televisi digital," ungkapnya. 


Direktur Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Informatika, Geryantika Kurnia menyatakan pelaksanaan siaran digital mampu membantu masyarakat untuk mendapatkan siaran televisi yang sebelumnya hanya bisa diakses melalui parabola atau langganan berbayar. Bahkan, saat ini masyarakat sudah dapat menikmati siaran selama 24 jam.

"Dengan siaran TV digital dulu hanya ada TVRI lokal yang siarannya hanya empat jam sehari, dengan adanya siaran digital ini maka masyarakat bisa menyaksikan siaran TV selama 24 jam sehari. Ditambah dengan adanya TVRI nasional, TVRI world dan TVRI Sports," jelasnya. 

Mengenai respons masyarakat, Direktur Penyiaran Ditjen PPI Kementerian Kominfo ini menyatakan positif. "Dari masyarakat testimoni masyarakat mereka senang, yang dulunya hanya mendapatkan siaran tv lokal, sekarang bertambah program siarannya," ungkapnya.

Langkah Persiapan Migrasi TV Digital

Kementerian Kominfo telah menyiapkan langkah-langkah sistematis untuk kelancaran proses peralihan ini. Sekretaris Gugus Tugas ASO Kemenkominfo Haryukresna Widhiputranto menjelaskan, ada empat pilar yang menjadi fokus perhatian dalam proses peralihan ini. 

“Kita mulai dengan siaran digitalnya, ketika masyarakat siap dan lembaga penyiaran siap, kita bersama-sama pindahnya. Ada empat hal yang dipersiapkan, pertama infrastruktur. Sebagai penunjang penting, saat ini infrastruktur sudah bisa menjangkau 70 persen populasi. Kalau di Sumatera Barat, sudah lebih dari 70 persen yang terjangkau,” kata Haryu.

Langkah kedua yaitu menyiapkan pemindahan program siarannya. Haryu mengatakan bahwa ketika masyarakat beralih ke TV digital harapannya bisa menonton siaran yang sebelumnya ditonton di analog.

Hal ketiga adalah perangkat Set Top Box (STB). Ini alat penting untuk menonton siaran TV Digital. Pastikan STB nya bersertifikasi. Bagi rumah tangga miskin, pemerintah bersama lembaga penyiaran menyiapkan bantuan STB. 

Hal keempat yang perlu dan penting adalah sosialisasi ke masyarakat. Satu hal penting yang perlu diperhatikan masyarakat bahwa siaran TV Digital ini menggunakan teknologi DVBT2 (Digital Video Broadcasting Terestrial Generation 2). Untuk menangkap siaran TV Digital ini perlu tuner DVBT2. 

Televisi model lama, baik itu model tabung, atau layar datar tetapi belum digital. Bahkan televisi pintar tetapi tidak ada DVBT2 di dalamnya, tetap memerlukan STB DVBT2 agar bisa menangkap siaran TV digital.

Sedangkan televisi yang sudah ada tuner DVBT2, tinggal melakukan scan ulang program. Otomatis langsung menangkap siaran TV digital.  Itulah mengapa tidak semua STB bisa menangkap siaran TV Digital. 

Bila berencana membeli televisi baru atau STB sekali lagi pastikan ada DVBT2, atau ada logo MODI (Maskot Digital Indonesia) dalam kemasan atau keterangan produknya.

Persyaratan teknis televisi digital dan set top box diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika 4/2019 tanggal 28 Juni 2019 tentang Persyaratan Teknis Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi untuk Keperluan Penyelenggaraan Televisi Siaran dan Radio Siaran.

Persyaratan dan proses sertifikasi televisi digital dan  Set Top Box (STB) dapat diketahui melalui  portal e-sertifikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika. 

 

#ASO #TVDigital #AnalogSwitchOff #SiaranDigitalIndonesia #ASO2022


Video Terkait:
Iko Uwais Bakal Jadi Penjahat di The Expendables 4
Editor: Widya Victoria