POLHUKAM

PEMILU 2024

PDIP Bakal Rekrut 3,5 Juta Saksi Pemilu

Wakil Sekjen PDIP, Arif Wibowo. (Republika/Febrianto Adi Saputro)
Wakil Sekjen PDIP, Arif Wibowo. (Republika/Febrianto Adi Saputro)


JAKARTA - PDI Perjuangan memantapkan mekanisme pemenangan Pemilu 2024 dalam ajang rapat kerja nasional. Salah satu mekanisme pemenangan yang sudah berjalan adalah melakukan perekrutan saksi.

"Kalau regu pemilih saksi sudah mulai rekrutmennya, kurang lebih perintah partai tiga bulan yang lalu," kata Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Arif Wibowo, di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta, Rabu (22/6/2022).

Dia menjelaskan, perekrutan regu pemilih saksi sejak awal dilakukan karena jumlah yang sangat banyak. Selain itu, harus mencukupi kebutuhan personal. Menurut Arif, regu pemilih saksi merupakan ujung tombak dalam ajang pemilu.

"Karena kita harus mencukupi satu kebutuhan personel untuk menjadi ujung tombak kita di setiap TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang total jumlahnya kurang lebih 3,5 juta saksi dan Guraklih (Regu Penggerak Pemilih). Dan itu semua anggota dan kader partai," paparnya.

Tahapan ini dimulai sejak awal yang nantinya para pemilih saksi akan terlebih dahulu mengikuti pelatihan. Ditargetkan paling lambat sampai akhir tahun harus selesai pada 12 gelombang. 


"Pelatihan ini sudah mau lima gelombang, tujuh gelombang lagi secara berturutan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota," jelas Arif.

Dalam ajang rakernas, PDIP juga melakukan pembahasan secara mendalam untuk memperbaiki proses rekrutmen dan seleksi, sebagaimana perintah Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

"Satu tentang calon anggota DPR, DPRD dan DPD RI, yang kedua calon kepala daerah. Sehingga jauh-jauh hari kita sudah menyiapkan satu mekanisme yang lebih baik ketimbang di masa lalu untuk rekrutmen dan seleksi calon anggota DPR, DPRD, DPD dan kepala daerah kita. Supaya nanti hasilnya melahirkan bibit-bibit, wakil-wakil rakyat yang mumpuni, yang dipercaya rakyat, yang bisa melakukan tugas dan tanggung jawabnya kepada rakyat," terang Arif.

Adapun, yang akan diperbaiki di antaranya penelusuran rekam jejak calon, tes psikologi, tes wawacara. Kemudian popularitas dan elektabilitas yang juga dipastikan.

"Maka kita pasti akan membuat satu riset atau survei secara berkala, reguler untuk ngecek. Dan juga loyalitas, dedikasi dan kesetiaannya kepada partai," demikian Arif. 


Video Terkait:
Mendagri Tegaskan Pemilu 2024 Tetap Berlangsung
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo