POLHUKAM

Gangguan Internal Rugikan PPP

Unjuk rasa menolak kepemimpinan Suharso Monoarfa sebagai ketua umum PPP di depan Kantor DPP PPP, Jakarta, Jumat (24/6/2022). (CNNIndonesia/Farid)
Unjuk rasa menolak kepemimpinan Suharso Monoarfa sebagai ketua umum PPP di depan Kantor DPP PPP, Jakarta, Jumat (24/6/2022). (CNNIndonesia/Farid)


JAKARTA - Gangguan di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bakal merugikan posisinya di dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Demikian disampaikan pengamat politik dari Research Oriented Development Analysis (RODA) Institute, Ahmad Rijal Ilyas, terkait adanya manuver dari kelompok internal PPP yang belakangan wara-wiri menemui sejumlah tokoh politik di luar PPP maupun KIB.

"Manuver yang dilakukan oleh oknum kader yang diduga barisan sakit hati terhadap Suharso Monoarfa (ketum PPP) tidak terlepas dari dugaan dukungan oleh kekuatan personal ataupun partai politik di luar KIB. Dengan tujuan besar melemahkan posisi KIB dalam kancah kontestasi Pemilu 2024," jelasnya di Jakarta, Senin (27/6/2022).

Padahal, kata dia, figur Suharso Manoarfa merupakan politisi yang cukup ideal. Kiprahnya sebagai ketum PPP menjadi salah satu tokoh yang kemampuannya dipercaya Presiden Joko Widodo. Rijal mengatakan bahwa adanya manuver politik dari kalangan internal PPP untuk mendeligitimasi posisi Suharso Monoarfa.

"Di lain pihak KIB berkomitmen untuk menjaring tokoh internal sebagai kandidat bakal capres 2024 mendatang," ujarnya.


Rijal menyarankan agar semua pihak internal partai ataupun mitra koalisi KIB untuk solid dan bersama-sama memenangkan perolehan suara pada Pemilu 2024. Jangan sampai perolehan suara tidak tercapai yang membuat penyesalan sehingga tersingkir.

"Jangan sampai apa yang dilakukan para kader di luar instruksi partai akan merusak, bahkan merugikan PPP sebagai partai Islam terbesar. Serta merusak soliditas KIB yang notabene salah satu poros memainkan peranan penting pada pilpres," jelasnya.


Video Terkait:
PPP Harus Mampu Adptasi di 2024
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo