EKONOMI

Kencangkan Ikat Pinggang, Tesla PHK 200 Karyawan yang Tangani Autopilot

Tesla (Net)
Tesla (Net)


JAKARTA - Pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla dilaporkan telah memutus hubungan kerja (PHK) 200 karyawan yang selama ini mengerjakan fitur bantuan mengemudi autopilot. Hal ini dilakukan menyusul ditutupkan kantor di San Meteo, California.

Kabar pengurangan karyawan itu datang di tengah pengetatan ikat pinggang di Tesla dan selama periode peningkatan pengawasan autopilot oleh regulator dan anggota parlemen Amerika Serikat.

Merujuk pada laporan terbaru Bloomberg pekan ini, Tesla telah memberhentikan 200 karyawan dari 350 karyawan di divisi tersebut. Sementara karyawan yang masih dipertahankan akan dipindah ke kantor Tesla yang lain, dengan beberapa kemungkinan ke Buffalo, New York.

Mayoritas karyawan yang di-PHK itu dilaporkan adalah pekerja berupah rendah yang bekerja untuk menganalisis kumpulan besar data mengemudi waktu nyata Autopilot melalui pelabelan data dan teknik lainnya.

CEO Tesla Elon Musk sebelumnya memang menyebutkan kemungkinan PHK, tapi tidak diketahui pengurangan pekerja itu di divisi apa.


Laporan awal bulan ini mengatakan Tesla bersiap untuk memberhentikan sekitar 10 persen dari total tenaga kerja perusahaan terkait pelemahan ekonomi global.


Video Terkait:
Tesla Enggan Investasi di Indonesia
Editor: Amelia