DAERAH

Anggota DPRD DKI Lega Keluhan Air di Kamal Muara Tuntas

Ilustrasi. (Net)
Ilustrasi. (Net)


JAKARTA - Keluhan warga terkait kebutuhan air di Kelurahan Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, berangsur tuntas. Hal itu pun membuat Anggota Komisi C DPRD Provinsi DKI Jakarta, Gani Suwondo Lie lega.

Gani mengatakan, jika sedang reses warga di tempat tersebut selalu minta air, dan butuh air. Dia pun bersyukur kini permintaan warga sudah terjawab berkat kerja sama eksekutif dan Dewan.

Menurut Gani, pengelolaan air di DKI sempat terkendala setelah adanya keputusan Pemprov DKI 25 tahun silam untuk melibatkan mitra swasta sebagai operator air bagi masyarakat.

Padahal air sebagai hajat hidup orang banyak, kata Gani, seharusnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. Hal itu merupakan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 33 ayat 3.

"Ya itulah keputusan politik, bahwa harus bekerja sama dengan Palyja. Tapi kami sudah tidak memperpanjang lagi. Jadi ini tahun terakhir kita kerja sama," kata Gani di Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (30/6/2022).


Setelah 1 Februari 2023, semua pengelolaan air di DKI akan dikembalikan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI, Perumda Air Minum Jakarta Raya (PAM JAYA).

Gani berharap kebutuhan air warga Jakarta bisa terus diperjuangkan oleh para penerus roda pemerintahan di DKI Jakarta pada periode mendatang, secara bersama-sama.

"Pokoknya air ini menjadi suatu kebutuhan pokok yang harus diperjuangkan sesuai amanah Undang-Undang Dasar, harus dipenuhi bersama-sama," kata Gani.

Letak Kelurahan Kamal Muara yang berada di pelosok Jakarta yang berbatasan dengan Tangerang, Banten, menurut Gani, menjadi salah satu kendala memenuhi kebutuhan air masyarakat di sana.

Selain itu, pemasangan sambungan pipa airnya juga memerlukan desain dan pekerjaan yang tidak sederhana. Bahkan membutuhkan anggaran yang cukup besar.

Namun semua itu bukan menjadi alasan untuk tidak melayani kebutuhan warga Jakarta di sana.

Pada hari ini, Pemprov DKI memberi kepastian akses air bersih bagi warga Kamal Muara di RW 04 dan sebagian RT di RW 01. Saat ini, tercatat 11 RT di RW 01 Kelurahan Kamal Muara yang telah menikmati akses air perpipaan, yakni RT 01, 02, 03, 04, 05, 06, 08, 09, 10, 11 dan 12. Selanjutnya 8 RT di RW 04 Kelurahan Kamal Muara juga sudah disambung akses air perpipaan oleh PAM JAYA, yakni RT 01-08.

Saat ini, terdapat sekitar 16.000 sambungan baru yang sudah dipasang oleh PAM JAYA melalui proyek SPAM Hutan Kota di Kamal Muara dan jumlah ini akan terus bertambah.

Ini merupakan salah satu bukti kesiapan PAM JAYA menuju 100 tahun pada 23 Desember 2022 serta menuju 100 persen cakupan layanan pada 2030.

Gubernur DKI, Anies Baswedan sebelumnya meminta warga Jakarta Utara untuk mendukung pemasangan pipa air bersih di Kamal Muara yang merupakan satu dari beberapa lokasi sasaran Proyek Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Hutan Kota dengan inisiasi dari PAM JAYA dan didukung penuh oleh Pemprov DKI.

Kehadiran air perpipaan di Kamal Muara adalah bagian dari salah satu proyek percepatan pelayanan PAM JAYA. Proyek itu menargetkan 30.000 sambungan pelanggan baru di empat wilayah di ujung Jakarta, yakni Kamal Muara, Kamal, Tegal Alur dan Pegadungan.

Selain itu, PAM JAYA juga membangun jaringan pipa transmisi dan distribusi sepanjang 153 kilometer (km) untuk mengaliri air dari SPAM Hutan Kota yang berkapasitas 500 liter per detik (lps). Perluasan area layanan di Kamal Muara nantinya akan menambah sekitar 250 sambungan rumah.

Editor: Saeful Anwar