DAERAH

Sumsel Perkuat Data Penerima Subsidi Pangan

Gubernur Sumsel, Herman Deru. (Humas Pemprov Sumsel)
Gubernur Sumsel, Herman Deru. (Humas Pemprov Sumsel)


PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, meminta penguatan data calon penerima subsidi program ketahanan pangan karena pemerintah pusat berencana memberi bantuan kepada kalangan perorangan.

"Nanti kebijakan pemerintah tak lagi pada subsidi ke harga barangnya tapi ke orangnya. Bagaimana dengan data kita, saya meminta harus ada penguatan," katanya di Palembang, Kamis (30/6/2022).

Selain itu, Herman Deru juga meminta kebijakan untuk membeli minyak goreng menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk ditinjau kembali oleh pemerintah pusat. Mengingat tidak semua daerah di Sumsel telah memiliki infrastruktur jaringan internet.

Berkaca dari hal itu, dia menilai sudah saatnya Sumsel sebagai lumbung pangan dan lumbung energi benar-benar menjadi daerah yang mandiri. Dalam artian, warga bisa memproduksi sendiri kebutuhan sehari-harinya, sehingga nantinya tidak bergantung lagi dengan subsidi pemerintah.

Pemprov Sumsel telah memiliki program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan yang diluncurkan pada November 2021. Dengan mendorong masyarakat untuk memproduksi sendiri bahan pangan kebutuhan sehari-hari dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah, lahan sempit hingga lahan kosong.


Tak hanya sebatas menghasilkan sayur mayur, warga juga didorong beternak ayam dan ikan lele secara sederhana hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Dalam program ini ibu-ibu yang menjadi ujung tombaknya, misal bertanam cabai di dalam pot. Saat harga cabai lagi tinggi seperti saat ini maka sangat bermanfaat sekali," kata Herman Deru.

Jika hanya bergantung pada dana subsidi pemerintah maka dipastikan tidak akan mencukupi, sehingga warga diharapkan mau berkreasi dan berinovasi di tengah keterbatasan ini.

Menurut Herman Deru, Gerakan Sumsel Mandiri Pangan sejalan dengan program pemerintah pusat mengenai upaya menjaga ketahanan pangan.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2022 ditetapkan sebanyak 20 persen Dana Desa digunakan untuk program ketahanan pangan dan hewani.

"Sebenarnya dapat juga tidak menggunakan dana APBN, misal menggunakan dana CSR dari BUMN dan BUMD di Sumsel," jelas Herman Deru.

Artikel ini juga bisa Anda baca di Koran Info Indonesia edisi Jumat, 1 Juli 2022.


Video Terkait:
Gubernur Sumsel Umumkan Nama Anak Percha Leanpuri
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo