DAERAH

Menjelang Vonis Hakim, Dodi Reza Dikenal Banyak Memiliki Program Pro-Masyarakat

Dodi Reza Alex, saat menjabat Bupati Muba, meninjau program implementasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). (Ist)
Dodi Reza Alex, saat menjabat Bupati Muba, meninjau program implementasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). (Ist)


PALEMBANG - Menjelang vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, pada 7 Juli 2022 nanti, terkait kasus penerimaan suap fee proyek Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex salah satu terdakwa suap fee diketahui memiliki banyak program yang pro-masyarakat saat masih memimpin Muba. 

Salah satu programnya yang juga pertama di Indonesia yakni melakukan percontohan implementasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Program ini diinisiasi Dodi Reza Alex pada Oktober 2017 lalu di lahan seluas 4.446 hektare yang diluncurkan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Pengamat Pertanian dan Perkebunan Indonesia, Purwanto S. Wirutomo, pun memuji langkah sangat visioner yang dilakukan Dodi Reza Alex saat menjadi Bupati Muba. 

Dia mengatakan, PSR adalah program pertama kali bisa dilakukan di seluruh Indonesia. Hal itu tidak terlepas dari peran Dodi Reza Alex selaku kepala daerah yang berani memberikan garansi terhadap syarat belum dipenuhi petani. 

"Antara lain mengenai off taker. Ketika itu petani kesulitan maka pemda berani bertanggung jawab untuk jadi off taker," jelasnya kepada wartawan, Sabtu (2/7/2022).


Selain itu, Dodi Reza Alex juga berani menyelesaikan permasalahan tanah yang bisa dipenuhi berdasarkan kebijakan Pemkab Muba. 

"Tapi untuk sekarang ini, ketika harga turun harga pupuk naik, petani kesulitan memenuhi syarat administrasi PSR," kata Purwanto. 

Menurut dia, hilirisasi sawit yang bekerja sama antara BPKD PKS dan ITB sangat baik karena telah menghasilkan produk bensin sawit, avtur dan biodiesel.

Hal ini merupakan langkah yang sangat visioner ke depan, bukan hanya untuk Indonesia saja tetap juga seluruh dunia. Di mana, hal ini jawaban terhadap kampanye hitam sawit yang dilakukan oleh negara-negara Eropa. 

"Replanting sawit bisa dilaksanakan karena bupatinya kuat keinginan petani sawit sejahtera," tuturnya.

Bahkan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, juga memuji program unggulan dari Kabupaten Muba tersebut. Menurut Mentan, apa yang sudah diinisiasi Kabupaten Muba dapat ditiru secara serius oleh daerah lain yang mayoritas penghidupan masyarakatnya berbasis perkebunan kelapa sawit.

"Yang sudah dilakukan di Muba ini tentu harus terus di-support dan Kementerian Pertanian berharap keberhasilan ini dapat ditukarkan ke daerah-daerah lain yang berpenghasilan dari perkebunan kelapa sawit," jelasnya saat menerima audensi Bupati Muba, Dodi Reza Alex, di Kantor Kementan, Jakarta, Kamis (28/1/2021).

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo