POLHUKAM

50,91 Juta Penduduk Indonesia Sudah Terima Vaksin Booster

Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada seorang anak di Kota Makassar, Jumat (17/6/2022). (Antara Foto/Arnas Padda)
Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada seorang anak di Kota Makassar, Jumat (17/6/2022). (Antara Foto/Arnas Padda)


JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan jumlah warga Indonesia yang telah menerima vaksin dosis ketiga atau penguat mencapai 50,91 juta jiwa hingga Minggu (3/7/2022) pukul 12.00 WIB.

Data Satgas COVID-19 yang diterima di Jakarta, jumlah penduduk yang telah mendapat suntikan tiga dosis vaksin COVID-19 bertambah 18.291 orang sehingga totalnya 50.916.428 orang.

Dengan demikian, tercatat suntikan dosis penguat vaksin COVID-19 sudah diberikan pada 24,44 persen dari total warga yang menjadi sasaran vaksinasi.

Penduduk yang mendapatkan dua dosis vaksin COVID-19 bertambah 5.803 orang menjadi 169.117.577 orang atau 81,20 persen dari total sasaran, sedangkan penerima dosis pertama bertambah 7.905 orang, sehingga jumlah keseluruhan mencapai 201.565.306 orang atau 96,78 persen dari total sasaran.

Pemerintah berencana memvaksinasi sebanyak 208.265.720 juta orang.


Sebelumnya, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan, cakupan vaksinasi penguat secara nasional sebesar 24 persen. Menurut dia, cakupan tersebut belum tampak signifikan.

"Selain itu, 28 dari 34 provinsi cakupan vaksinnya juga masih di bawah 30 persen. Hanya Bali yang sudah di atas 50 persen, disusul dengan DKI dan Kepulauan Riau di atas 40 persen dan DIY, Jawa Barat dan Kalimantan Timur di atas 30 persen," jelasnya.

Wiku mengatakan, sejak dimulai pada Januari 2022, progres vaksinasi penguat terbilang lebih lambat dibandingkan dengan dosis satu dan dua. Pada awal pelaksanaan vaksinasi dosis satu dan dua, cakupan dapat meningkat 60 persen dalam kurun waktu enam bulan yaitu antara Juni sampai dengan Desember 2021.

"Namun, pada vaksinasi booster pada kurun waktu yang sama, sejak Januari hingga Juni 2022, cakupan baru meningkat sebesar 20 persen. Peningkatan cakupan vaksin booster membutuhkan peran serta seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.


Video Terkait:
RS Ikut Pemerintah Soal Harga Vaksin Mandiri
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo