POLHUKAM

Rusia Berhasil Kuasai Penuh Wilayah Ukraina Timur

Tentara Ukraina dan sukarelawan dari pasukan pertahanan teritorial ketika konvoi dalam perjalanan ke front timur, dekat Oleksandriya, Minggu (15/5/2022). (Antara Foto/Reuters)
Tentara Ukraina dan sukarelawan dari pasukan pertahanan teritorial ketika konvoi dalam perjalanan ke front timur, dekat Oleksandriya, Minggu (15/5/2022). (Antara Foto/Reuters)


JAKARTA - Otoritas Rusia menyatakan bahwa pasukan serta sekutu-sekutunya telah mengambil alih kendali di wilayah Luhansk di Ukraina Timur, setelah mereka merebut benteng pertahanan terakhir Lysychansk.

Namun, Ukraina belum mengeluarkan pernyataan usai pertempuran hebat dilaporkan berlangsung di wilayah itu.

Departemen Pertahanan Rusia menyebut, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengabarkan kepada Presiden Vladimir Putin bahwa Luhansk sudah dibebaskan.

Pernyataan itu muncul setelah Moskow mengatakan pasukannya sudah menguasai desa-desa di sekitar Lysychansk dan mengepung kota tersebut.

Sergei Shoigu mengatakan, pasukan Rusia beserta sekutu-sekutu mereka di wilayah itu sudah memegang kendali penuh Kota Lysyschansk. Namun militer Ukraina belum menanggapi permintaan untuk berkomentar.


Sementara itu, sebelum Rusia mengumumkan pencapaian terbarunya, Gubernur Luhansk, Serhiy Gaida, menulis di aplikasi Telegram bahwa pasukan Rusia sedang memperkuat posisi di kawasan Lysychansk.

"Kota itu terbakar. Mereka menyerang kota itu dengan menggunakan taktik brutal," Gaida membeberkan.

Dilansir Reuters, setelah Ukraina berjuang habis-habisan untuk menghadang Rusia merebut Ibu Kota Kiev pasca-peluncuran invasi pada 24 Februari 2022, Moskow mengalihkan perhatiannya untuk mengendalikan secara penuh Provinsi Luhansk serta Donetsk di Donbas, Ukraina Timur.

Kalangan separatis dukungan Moskow bertempur di kawasan itu sejak Rusia pertama kali menyerang Ukraina pada 2014. Sudah ribuan warga sipil tewas dan bangunan di kota-kota rata dengan tanah sejak Rusia mulai menyerbu pada 24 Februari.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo