POLHUKAM

Ukraina Bantah Jokowi, Pigai: Bikin Malu

Presiden RI, Joko Widodo saat tatap muka dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv. (Foto: Laily Rachev / Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden RI, Joko Widodo saat tatap muka dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv. (Foto: Laily Rachev / Biro Pers Sekretariat Presiden)


JAKARTA - Lawatan Presiden RI, Joko Widodo ke Ukraina dan Rusia pekan lalu kembali menjadi sorotan. Hal tersebut terkait sikap Ukraina yang seakan menyangkal klaim Jokowi soal dirinya dititipkan pesan oleh Presiden Volodymyr Zelensky untuk Presiden Rusia Vladimir Putin.

Mulai dari netizen hinga tokoh-tokoh publik Tanah Air turut mengomentari dengan nada miring soal klaim Presiden ke-7 Republik Indonesia itu oleh Ukraina.

Salah satunya, aktivis kemanusiaan Natalius Pigai yang turut mengomentari klarifikasi Kantor Pers Ukraina terkait pesan Zalensky yang dititip ke Jokowi untuk Putin.

Menurut Pigai, hal tersebut cukup membuat malu Indonesia di mata dunia. Dia pun membuat kesimpulan terkait hasil kunjungan kenegaraan itu melalui akun twitternya, @NataliusPigai2.

[email protected] tdk paham pesan dlm perang mesti tertulis. 2. Tdk bisa jaga martabat Zalensky .3. Serangan saat di Rusia tanda tdk dihargai. 4.Ada unsur bohong dunia. 4. Baru pertama kali dlm sejarah seorg Presiden dibantah. 5. Jokowi Gagal Total. 6. Bikin Malu,” tulis Pigai di akun twitternya, yang terpantau Info Indonesia, Senin (4/7/2022).


Netizen lainnya menilai misi Jokowi untuk mendamaikan Rusia-Ukraina tidak berhasil. Justru dua negara bertetangga yang sedans perang itu kompak menyangkal apa yang disampaikan Jokowi ke publik.

Akhirnya Rusia dan Ukraina sepakat dalam 1 hal. Menyangkal Jokowi,” tulis akun @DonAdam68.

Deputi Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat, Yan Harahap juga turut mengomentari pernyataan Sekretaris pers Kantor Presiden Ukraina.

Kenapa hal seperti ini masih saja terulang. Apakah untuk mendapatkan ‘pengakuan’ itu harus ‘berbohong’? tulis @YanHarahap.

Sebelumnya ramai diberitakan jika Kantor Presiden Ukraina menyatakan Zelenskyy hanya akan menyampaikan pesan kepada Putin secara terbuka.

Hal tersebut disampaikan oleh Serhii Nikiforov, sekretaris pers untuk Kantor Presiden Ukraina.

“Indonesia adalah salah satu importir gandum terbesar dari Ukraina, dan blokade pelabuhan Ukraina adalah fokus utama pembicaraan antara presiden [Indonesia dan Ukraina] di Kiev,” ujarnya, seperti dikutip dari Ukrainska Pravda.

Rusia, menurut Nikiforov, memikul tanggung jawab penuh untuk gangguan ekspor gandum Ukraina ke Indonesia, serta ke bagian lain dunia. Rusia akan bertanggung jawab atas krisis pangan yang bisa terjadi kecuali pelabuhan Ukraina segera diblokir.

Inilah yang dibahas secara detail oleh Zelensky dengan Presiden Jokowi. Terkait soal pesan Zelenskyy ke Putin, ia menyatakan “Pesan apapun, jika Presiden Ukraina ingin berbicara kepada seseorang, dia melakukannya secara terbuka, dalam pidato hariannya,” ujar Nikiforov.

Diketahui, setelah pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 30 Juni 2022, Jokowi mengaku telah menyampaikan pesan dari Presiden Ukraina Zelensky kepada Putin.

Pada 29 Juni, Presiden Indonesia tiba di Ukraina. Jokowi mengunjungi kota Irpin, yang hancur oleh pasukan pendudukan Rusia.


Video Terkait:
Trending, Rusia Uji Coba Pesawat dan Gagal
Editor: Saeful Anwar