POLHUKAM

PILPRES 2024

Sandiaga Uno Berpeluang Gantikan Prabowo

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, bersalaman dengan pelaku ekonomi kreatif di Desa Wisata Sembungan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah. Minggu (3/7/2022). Biro Komunikasi Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, bersalaman dengan pelaku ekonomi kreatif di Desa Wisata Sembungan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah. Minggu (3/7/2022). Biro Komunikasi Kemenparekraf)


JAKARTA - Sebetulnya Sandiaga Uno punya modal komplit untuk melaju ke Pilpres 2024. Energik dan visioner, berpengalaman memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu bertarung habis-habisan di Pilpres 2019. Langganan papan tengah bursa calon presiden, bahkan dinobatkan sebagai tokoh terfavorit untuk posisi cawapres.

Meski begitu, Sandiaga tetap merunduk. Memahami fatsun berpolitik, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu manut keputusan partai dan loyal kepada Prabowo Subianto, mantan pasangannya di Pilpres 2019 yang juga atasannya di partai.

Padahal, tidak sedikit kalangan menilai karakter dan kapabilitas politikus yang baru menginjak usia 53 tahun itu tidak kalah dengan Prabowo. Lebih lagi, jika melihat deretan prestasinya selama menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sejak akhir 2020. Tidak sekali dua kall menteri paling tajir di Kabinet Indonesia Maju itu dicecar pertanyaan soal kemungkinan berlaga di Pilpres 2024. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu selalu menjawab diplomatis. Ia menegaskan bahwa dirinya masih fokus untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diamanatkan Presiden Jokowi.

"Pada intinya masyarakat antusias, seperti yang dilihat saat ini karena ada kebangkitan ekonomi dan kebangkitan ekonomi itulah yang diperlukan untuk dijaga momentumnya sampai nanti saat pergantian kepemimpinan," kata Sandi usai mengukuhkan Desa Wisata Sembungan, Wonosobo, dalam 50 desa wisata terbaik, Minggu (3/7/2022).

Begitu pula ketika dia ditanyakan soal pilihan Gerindra berkoalisi dengan PKB hingga memunculkan duet Prabowo-Muhaimin Iskandar,


"Saya dibesarkan Partai Gerindra, dan saya yakin keputusan terbaik para elite partai untuk mengakomodasi apa yang menjadi keinginan dari masyarakat," kata Sandi di Yogyakarta, Jumat pekan lalu. Dia sekaligus menegaskan bahwa hubungannya dengan Prabowo masih baik.

Di kesempatan lain, Sandi mengatakan kompetisi politik jelang 2024 akan memasuki tahap finalisasi pada November 2023. Ia meyakini, jika tetap fokus bekerja sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, maka para menteri termasuk dirinya akan tampil untuk memberi solusi atas masalah ekonomi yang dihadapi masyarakat.

"Lalu, 2024 ini bukan siapa-siapa atau pasangan siapa dengan siapa. Tapi menurut saya bagaimana gagasan kita untuk mendorong agar bangsa ini bisa kembali," katanya.

Di lapangan, pengusaha kakap kelahiran Pekanbaru itu selama ini mendapat dukungan 'nyapres' dari ragam golongan masyarakat. Dari mulai kaum perempuan atau emak-emak, pelaku UMKM, hingga anak milenial di berbagai daerah. Sebut saja Relawan Jaringan Wanita Nusantara (Jawara) Sandi, yang mendeklarasikan dukungan kepada Sandiaga Uno sebagai capres di Pilpres 2024. Menurut Jawara, Sandiaga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelaku UMKM sehingga mampu membangkitkan ekonomi rakyat.

"Kami sepakat mendorong Pak Sandiaga maju sebagai Capres 2024 karena kerjanya sudah nyata, bisa membangun ekonomi pada saat sedang terpuruk melalui UMKM," kata Ketua Umum Jawara Sandi, Aini Kartaatmadja, beberapa waktu lalu.

Aini menilai, sosok Sandiaga Uno sebagai pribadi yang konsisten, pekerja keras, dan banyak berkorban bagi masyarakat. Hal itu dibuktikan saat Sandiaga ikut terjun langsung dalam penanganan COVID-19 beberapa waktu lalu.

"Saat ekonomi turun waktu awal pandemi, Pak Sandiaga turun langsung dan menyelesaikan masalahnya," ucapnya.

Kaum muda yang tergabung dalam Sahabat SandiUno Garut juga mendeklarasikan dukungan serupa pada April lalu. Koordinator Sahabat SandiUno Garut, Usep Ebit Mulyana, mengatakan kaum milenial dari kalangan lintas profesi seperti pegiat UMKM sampai petani muda itu yakin Sandiaga mampu mengatasi masalah pengangguran dengan cara menyediakan lapangan pekerjaan.

Dalam catatan redaksi, tiga bulan terakhir semakin besar dukungan kelompok pelaku UMKM dan emak-emak mulai dari Jawa Barat sampai Madura yang menginginkan Sandiaga menjadi berlaga di Pilpres 2024.

Daya Tawar

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menyatakan, Sandiaga Uno pantas menjadi salah satu kandidat capres atau cawapres. Secara personal, Sandiaga sudah memenuhi kriteria untuk berkontes di arena 2024.

"Tentu (Sandiaga) miliki peluang, meskipun sangat kecil, bahkan seolah tidak miliki peluang," kata Dedi kepada Info Indonesia, Minggu (3/7/2022).

Satu-satunya kendala Sandiaga adalah tertutupnya peluang dari partai politik. Padahal, kinerjanya sebagai menteri sangat mentereng. Kalaupun berpindah partai, menurut Dedi, Sandiaga akan sulit mendapatkan tempat. Dia harus bertarung dengan tokoh yang hanya besar dari sisi elektabilitas, sebut saja Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang adalah mantan rekan kerjanya semasa memimpin ibu kota. Di Gerindra, lanjutnya, sinar Sandiaga tertutupi oleh Prabowo Subianto. Prabowo punya ketokohan yang kuat sebagai pemimpin, sedangkan Sandiaga kehilangan pengaruh di internal Gerindra.

Namun, Prabowo tetap mempunyai kekurangan. Elektabilitas yang stagnan dan tingkat kesukaan publik yang rendah membuat Sandiaga memiliki daya tawar untuk maju di Pilpres menggantikan Prabowo.

"Ini seharusnya menjadi daya tawar Sandiaga untuk maju di Pilpres 2024," kata dia.

Adapun jika dibandingkan dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Sandiaga masih kalah peluang. Menurut Dedi, Ganjar memiliki basis suara yang jelas dan loyal. Sementara Sandiaga tidak punya basis suara loyal yang cukup kuat.

"Sandiaga hanya unggul di tingkat kesukaan, tetapi elektabilitas cukup tertinggal, setidaknya jika dibandingkan dengan nama-nama elite parpol maupun yang bukan parpol," ujarnya.

Prabowo Menyerah

Direktur Executive Partner Politik Indonesia, AB Solissa, mengakui nama Sandiaga Uno sempat ramai diperbincangkan. Bahkan beberapa organisasi masyarakat keagamaan melakukan deklarasi dukungan kepada Sandiaga untuk maju sebagai capres di Pilpres 2024. Sebagai mantan cawapres bagi Prabowo Subianto di Pilpres 2019, tentu popularitas Sandiaga juga tinggi. Hal itu bisa terkonfirmasi di beberapa lembaga survei kredibel.

"Menurut saya Sandi punya modal sosial untuk maju sebagai kandidat capres maupun cawapres. Muda, energik dan visioner juga melekat dalam diri Sandiaga," kata AB kepada Info Indonesia.

Menurutnya, kendala Sandiaga hanya satu, dia terlalu taat pada Prabowo Subianto. Meskipun ada keinginan Sandiaga untuk maju, tapi tak mungkin ia melampaui Prabowo yang juga punya obsesi besar untuk berlaga keempat kalinya di Pilpres. Namun, melihat tren Prabowo yang stagnan dan cenderung menurun dari sisi elektabilitas, AB menganggap peluang Sandiaga masih ada.

Di penghujung waktu penentuan capres dan cawapres tahun depan, Prabowo bisa saja mendorong Sandiaga untuk berpasangan dengan salah satu kandidat capres yang hari ini punya elektabilitas tinggi. Misalnya dengan Anies Baswedan ataupun Ganjar Pranowo, tergantung konstelasi politik di penghujung waktu tersebut.

"Saya rasa itu alternatif terbaik bagi Prabowo dan Gerindra untuk bargaining politik di Pilpres 2024 dibandingkan dengan memaksakan Prabowo maju tapi hasilnya sudah bisa terprediksi, akan kalah juga," kata dia.

Dia menegaskan, pindah partai bukan pilihan terbaik bagi Sandiaga saat ini. Cara paling baik menurutnya adalah Sandiaga tetap menunjukkan kinerja positifnya di pemerintahan. Road show Sandiaga ke daerah-daerah untuk mendorong pariwisata terus digenjot adalah bagian dari kampanye cerdas sembari melihat peluang di depannya. Peluang terbesar Sandiaga saat ini ada di Gerindra, dan kemungkinan didorong oleh Gerindra untuk maju sebagai capres ataupun cawapres juga cukup besar.

"Saya melihat potensi Prabowo maju kembali di 2024 agak kecil, syarat dia menang tidak ada. Jadi kemungkinan besar Prabowo akan legowo mendorong Sandi sebagai representasi Partai Gerindra di Pilpres 2024," tegasnya.

Artikel ini juga bisa Anda baca di Koran Info Indonesia edisi Senin, 4 Juli 2022.


Video Terkait:
Ganjar-Sandiaga Bisa Jadi Pemain Cadangan di Pilres 2024
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo