POLHUKAM

95 Persen Kasus Ada di Jawa-Bali

Jubir Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito. (Biro Pers Setpres/Lukas)
Jubir Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito. (Biro Pers Setpres/Lukas)


JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan Pulau Jawa dan Bali menjadi penyumbang 95,45 persen dari total kasus positif COVID-19 di Indonesia per 12 Juli 2022.

Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan, Jawa dan Bali terdapat aktivitas masyarakat paling banyak dan besar, sehingga penularan masih terpusat di dua pulau itu.

"Perlu saya ingatkan bahwa kegiatan masyarakat sudah mulai dilakukan dalam jumlah besar. Naik atau turunnya kasus setiap individu masyarakat tetap harus bertanggung jawab untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS, tetap menggunakan masker dengan disiplin dan rajin mencuci tangan," jelasnya melalui konferensi pers daring yang diikuti di Jakarta, Rabu (13/7/2022). 

Wiku mengimbau masyarakat menjadikan hal tersebut sebagai kebiasaan yang sudah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, hal yang juga penting untuk dilakukan adalah menerima vaksin COVID-19 dosis penguat atau booster.

Dia menyayangkan perkembangan vaksinasi booster yang cenderung stagnan. Dengan cakupan tertinggi berasal dari Bali mencapai 58 persen, disusul Provinsi DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Kalimantan Timur namun belum mencapai 50 persen. Bahkan 28 dari 34 provinsi di Indonesia cakupannya masih di bawah 30 persen.


"Saya tekankan kepada masyarakat untuk melakukan vaksin booster karena dapat melindungi kita semua agar tetap sehat," pesan Wiku.

Dia menyampaikan, kebijakan kewajiban telah vaksin booster untuk dapat mengakses fasilitas publik akan diberlakukan berbarengan dengan pemberlakuan Surat Edaran Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 21 Tahun 2022 dan SE Nomor 22 Tahun 2022 pada 17 Juli 2022.

Wiku mengatakan, masyarakat dapat mencari informasi lokasi sentra vaksinasi terdekat dengan memanfaatkan teknologi internet seperti Google Maps.

"Masyarakat juga bisa mendatangi fasilitas kesehatan milik pemerintah seperti rumah sakit dan puskesmas maupun pada beberapa rumah sakit swasta dan fasilitas publik," ujarrnya.

Wiku mengemukakan bahwa pada prinsipnya vaksin memiliki tiga manfaat besar yaitu mencegah terinfeksi, mencegah perburukan gejala jika terinfeksi dan mengurangi jumlah virus yang ada di tubuh agar tidak mudah menularkan.

Satgas Penanganan COVID-19 mencatat Provinsi DKI Jakarta sebagai tempat penambahan kasus harian terkonfirmasi positif COVID-19 terbanyak yaitu mencapai 2.021 orang hingga Rabu, pukul 12.00 WIB.

Data Satgas Penanganan COVID-19, penambahan kasus itu diikuti Provinsi Jawa Barat dengan sebanyak 756 orang, Banten 453 kasus, Jawa Timur 221 kasus dan Bali 110 kasus.

Kasus terkonfirmasi positif itu menambah jumlah kasus COVID-19 harian secara nasional yang mencapai 3.822, sehingga total kasus terkonfirmasi positif sejak Maret 2020 berjumlah 6.120.169 orang.

Sementara itu, tercatat pasien sembuh COVID-19 harian terbanyak dilaporkan di DKI Jakarta sebanyak 876 orang, disusul Jawa Barat 438 orang, Banten 260 orang, Jawa Timur 185 orang dan Bali 74 orang.

Dengan demikian, secara nasional angka kesembuhan harian bertambah 1.939 orang, sehingga total mencapai 5.939.564. 

Penambahan kasus meninggal dunia tercatat 12 orang yakni di DKI Jakarta sebanyak empat orang, Jawa Tengah tiga orang serta Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur dan Jambi masing-masing satu orang dengan total keseluruhan 156.818 orang.

Untuk jumlah penderita COVID-19 yang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri tercatat sebanyak 23.787 kasus aktif, naik 1.871 sebanyak orang dibandingkan hari sebelumnya (Selasa, 12/7/2022).

Selain itu, terdapat pula 5.904 orang yang masuk dalam kategori suspek. Hasil tersebut didapat setelah dilakukan pengujian terhadap 88.854 spesimen dari 64.953 orang yang diperiksa di ratusan jaringan laboratorium di seluruh Indonesia.

Tingkat positif atau positivity rate spesimen harian adalah 6,78 persen dan untuk tingkat positivity rate orang harian adalah 5,88 persen.

Artikel ini juga bisa Anda baca di Koran Info Indonesia edisi Kamis, 14 Juli 2022.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo